Obituari - "Temaram" - lembar delapan belas
Pikirannya kelam kabut Atas semua momen pasang surut Dihayatinya mengenai sebuah pengorbanan Yang lalu apakah hanya belaka sebagai lawakan? Atas kata yang terlontar Kemanakah dirinya? Dia yang ia relakan hilang Untuknya yang sekarang (mungkin) sudah hilang Ia yang menghidupkan kembali warna Dan yang mematikan warna Nyatanya warna hanya bualan Tak pernah ada warna Sekarang hanya sekarat dan menghitam Abu-abu yang ia tumpahkan Hanya menjadi pelampiasan akan amarah Emosinya mengalir dan membeku Menjadi batu atas larva merah merona Ia hanya inginkan damai Walau ia tak pernah tahu sebuah definisi Akhirnya ia akan dikoyak sepi kan? Yang ia inginkan sekarang hanya kapan terjawab dan berakhir Mungkin tak ada nugs.obituari.230817