epilog
Takdir mungkin akan menjadi tulisan terakhir karena dunia saat ini bukan tentang lagi apa yang diinginkan tapi tentang apa yang sebenarnya dibutuhkan. Keinginan adalah bias dari segala hal-hal yang terpancar dari berbagai sisi kehidupan, bukan berarti sesuatu yang dibutuhkan. Tak ingin hidup seribu tahun lagi seperti Chairil Anwar, hanya butuh untuk mensyukuri berbagai hal-hal yang datang sebagaimana mestinya. Sudah saatnya berhenti dalam menjalani kesamaran fatamorgana yang datang dan fokus menghadapi hal-hal yang jelas ada dihadapan, hal ini baik dan semua hal yang baik pantas diperjuangkan. Waktu sudah habis untuk bermain, kawan lambat laun pergi dan menjalani hidupnya masing-masing, memfokuskan dirinya meraih impian, dan orang tua di rumah berharap besar akan kehidupan di masa depan. Hari pembuktian telah tiba, hati yang gusar sudah disuntik matikan, dan akal menjadi belati, menikam segala nestapa dan merubahnya menjadi kedamaian. Aku harus berhenti menulis, aksara hanya berarti ke...