pergelangan kaki

Sudah cukup lama rasanya aku menunggu
Mendengar desahan rasa sakit penunggu
Semuanya mengadu
Semuanya Mengantri

Demi pembenaran urat dan tulang
22.03 pasien terakhir pun selesai
Aku dan lembamnya kaki memasuki ruang kendali
Sapaan hangat pun muncul bak mentari di malam hari

Pertanyaan singkat terlontar pada diri
"Ini pak, keseleo kayaknya" pun sontak terucap sendiri
Dengan bunda menemani
Berjuta obrolan mengenai hari

Si mas, begitu dia dipanggil
Meraba, menekan, memijit sampai diri mengigil
Linu
Dingin dan linu bercampur dalam kalbu
Disimpan pula djisamsoe-nya melihat beberapa jengkal tulang yang keluar

Parah katanya,
Dengan tangan handalnya membetulkan dislokasi tulang
Seperti sigapnya dimangsa sang elang
Bunda bercerita kepadanya, mewakilkan si dungu yang  menahan sakit berputar
Terjadilah sebuah obrolan yang mengalihkan pikiran

Dingin, linunya tak seberapa
Rasa sakit bertubi muncul ketika tulang dibenarkan
Bak kaki dicabik macan
Rintihan kesalitan tak terbendungkan

Tapi lambat laun berangsur enakan
23.31 selesai sudah penderitaan
Pergelangan kaki sudah enakan
Walau susah berjalan

Paling tidak rasa sakit sudah menghilang
Paling tidak ada moral
Jangan mencoba meraih bola basket yang masih tinggi jauh di awan
Karena kalau salah langkah
Kakimu taruhannya
Dari pergelangan kaki yang tersiksa

Popular posts from this blog

hutan

Obituari - "Di belakangmu" - Lembar Empat