Posts

Showing posts from June, 2018

Obituari - "Mungkin" - Lembar Sembilan Belas

Kepada sajak-sajak yang bergemuruh dibawah mega Akan ku coba menjelaskan seperti apa arti keikhlasan Semua bak labirin di tiap lirih syair yang bergeming Seperti gemericik hujan saat awan pun masih ragu mengugurkan anak-anaknya Di tepian sepiku Aku terus meragu Menerima impian dan kenyataan  yang bahkan kita masih tertatih-tatih untuk melupakan Di bawah purnama yang tak sempurna cahayanya Selembar kisah tetap terbuka di halaman yang sama Dalam pekat kopi hitamku kala terjaga Hening tak lagi berani membawa dahaga Samar-samar masih ku cari caranya Agar terbangun diantara garis harapan Sama-samar kabut melingkupi mata Terlihat di ujung jalan ia jelas masih ada Lepas namun sedikit sunyi sedikit harmoni Dalam diri yang diselimuti mimpi Karena waktu pun berjarak tak memihak Lambat laun warna muncul beranak pinak Naluri berkata kepada kepala untuk cepat sadar Bahwa tak selamanya kita selalu berjalan menyasar Bahwa masih ada kesempatan...