Obituari - "Masa" - lembar dua puluh
Waktu ini begitu singkat tuan Namun aku dituntut untuk membuat setiap detiknya berarti Baik atau buruknya siapa peduli? Bukankah kita memang selalu hidup dalam pendapat dan asumi? Dan sebelum waktu benar-benar habis Mungkin hanya akan ada satu pertanyaan Apa yang harus kukenang? Yang pernah kulakukan atau yang kukhayalkan? Sebab di sudut rumah kelabu kamar-kamar akan segera hilang Menyesap penyesalan dari bulir air mata Atau tersenyum malu melihat rangkaian aksara Kutampung semua pertimbangan di pundi-pundi sukma Sembari kuberi wewangian Sebagai pengiring keranda Karena waktu akan benar-benar usai Demi sebuah kehormatan Di pinggir surga Setengah jiwaku mengidungkan kematian Mengiringi dunia yang terseok-seok Membawa sandiwara raga Yang lama menjadi lakon Sebelum dimulai adegan surga yang elok Pada tiap-tiap bilah cahaya temaram yang sedang beristirahat Akan ada suka cita dan katarsis yang bisa kita rasakan sesaat sebelum kita benar-benar terlelap Semua bekas-bek...