esok
Ufuk barat telah menunjukan cahaya merahnya Petang tergambar dalam arloji hitam Semakin cepat detik kian berdetak Angin berbisik dalam keheningan ruang telinga Takdir adalah alamiah Dan nasib adalah peristiwa Mentaru itu fatamorgana Sedangkan purnama tetap pada tempatnya Setelah satu siklus matahari selesai Perjamuan sudah jadi tanah hara Air mata hanya jadi ampas perjuangan yang tersia Perlahan menyiksa setiap insan yang hendak mencari peruntungan Naas namun begitulah cara waktu bekerja Disisi lain, purnama tak diperbudak oleh kejamnya waktu Ia selalu menengok kesegala penjuru mata angin Memperhatikan lewat dinginnya ruang gelap Menyesuaikan tanpa ada kefanaan Menemani insan yang tak terlelap Barangkali memang kekhawatiran adalah hal yang alamiah Menghantui dari kepala ke kepala Mempertanyakan takdir dan nasib Purnama berbisik mengenai keyakinan Matahari menghempas setiap angannya Inilah kehidupan tuan! Dan sisi paling menarik dari keyakinan adalah dusta Hanya manusia yang mengkhianat...