Posts

Showing posts from June, 2022

tragedi

Setiap aksara yang terukir memiliki arti Kadang menyejukkan hati pun kadang setajam belati Maka tertulislah segala peristiwa yang terjadi Entah sebagai sejarah atau sekedar menjadi pengingat diri Bahwa kenaifan dan tragedi dalam kehidupan memang benar terjadi Siapa sangka akan sejauh ini? Bait demi bait yang tak pernah tahu diri Yang terlahir tanpa kaidah dan komposisi Dan terlupakan di esok hari Bukankah kehidupan ini menarik? Dengan jutaan penyesalan, Ribuan waktu yang ingin kau putar, Namun kau masih mampu berdiri Binasalah segala kaum yang menilai Dan enyahlah segala penghakiman Karena tafsir adalah kebebasan Tanpa sadar

pekat benderang

Lelah adalah hal yang wajar Tapi menyerah bukanlah jalan keluar Resiko adalah ketidakpastian dalam mencapai tujuan Maka mitigasilah dengan baik Seperti pepatah berkata Jangan pernah berhenti belajar Karena hidup tak pernah berhenti mengajar

daftar pustaka

Riwayat dan sejarah tercatat Menjadi acuan bagi mereka yang tersesat Di dalamnya terkandung kebenaran mengenai asumsi dan presepsi Tempat dimana tak ada lagi praduga Lalu menjadi pemberhentian untuk mereka yang memenggal kata Untuk sekedar memakan tafsir ataupun meminum definisi Kesepadanan dan keseimbangan atas bahasan Dan akal akan saling menuduh siapa diantara keduanya Yang memberikan acuan dalam lekuk ingatan  atau hanya berakhir di dalam kertas dan panjangan kelas

kata pengantar

kata pengantar berawal dari kalimat-kalimat yang retoris terlalu bias dan penuh siasat pengenalan yang tak biasa dan cukup ambigu selayak menebak isi kepala dan kata yang dikeluarkan intuisi kata pengantar membawa sebuah pertemuan cukup singkat dan padat namun tak terlalu jelas waktu dan jarak menjadi tersangka yang memisahkan antara keberadaan dan kewajiban   lantas, siapa kita yang bercerita dan tertawa? yang bertukar isi kepala namun tak menambah beban yang bertukar kata namun tak bertukar kabar yang berbicara tentang masa depan namun tak terasa samar   lantas, apakah takdir akan memberi jawabnya? tentang hati yang mengeras, tentang kepala yang membatu, dan tentang pundak yang semakin lelah setelah kata pengantar, mungkin senyum akan memudar dan malam akan kembali dingin atau sebaliknya?