kata pengantar
kata pengantar berawal dari kalimat-kalimat yang retoris
terlalu bias dan penuh siasat
pengenalan yang tak biasa dan cukup ambigu
selayak menebak isi kepala dan kata yang dikeluarkan intuisi
kata pengantar membawa sebuah pertemuan
cukup singkat dan padat namun tak terlalu jelas
waktu dan jarak menjadi tersangka
yang memisahkan antara keberadaan dan kewajiban
lantas, siapa kita yang bercerita dan tertawa?
yang bertukar isi kepala namun tak menambah beban
yang bertukar kata namun tak bertukar kabar
yang berbicara tentang masa depan namun tak terasa samar
lantas, apakah takdir akan memberi jawabnya?
tentang hati yang mengeras,
tentang kepala yang membatu,
dan tentang pundak yang semakin lelah
setelah kata pengantar,
mungkin senyum akan memudar
dan malam akan kembali dingin
atau sebaliknya?