Obituari - "Di belakangmu" - Lembar Empat
Aku selalu berdetak di detik yang tidak dapat berkutik. Untuk kesekian kalinya, aku tenang dan aku tertawa, di belakangmu. Kadang-kadang aku juga bosan dengan dunia, sehingga aku mencari sebuah pelarian, lagi. Ternyata bisa aku temukan disini, mungkin aku harus berterima kasih? Atas senyum seindah senja yang jauh dari mata, yang tak pernah berubah.
Ah rasanya menyenangkan untuk menggapai yang tak terjankau dalam hal lain.
Aku harap kau jangan mundur,
maju pun rasanya tak perlu,
hanya cukup selalu disitu,
hingga aku merasa bahwa surga tak pernah jauh.
nugs.obituari.lembarempat.dibelakangmu.081016
Ah rasanya menyenangkan untuk menggapai yang tak terjankau dalam hal lain.
Aku harap kau jangan mundur,
maju pun rasanya tak perlu,
hanya cukup selalu disitu,
hingga aku merasa bahwa surga tak pernah jauh.
nugs.obituari.lembarempat.dibelakangmu.081016