Obituari - "Bahagia" - Lembar Tujuh Belas
Asap melambung dari goa jiwa-jiwa nelangsa.
Sebuah euforia yang datang dari alam sadar
Menggelitik bagian dalam diri hingga tertawa
Hingga rindu yang datang mulai terbakar
Aku suka saat tiap aksara yang terlontar tak menjadi baku
Terasa seru bagi kita para pengelana waktu
Meminggirkan kisah pilu yang menjadi benalu
Seakan semua terasa cepat berlalu
Hidup dan bahagia
Hanya itulah yang aku rasa
Jika hidup di dunia dapat selalu seperti ini
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Hari-hari di kota istimewa
Menikmati segalanya bersama senja
Belajar tertawa dan bahagia
Menghilangkan segala duka lara
Terbuai dalam buih-buih kebahagiaan
Menolak sirna dalam dekapan
Usai sudah hari kita bergembira
Singkat bagai fatamorgana di gurun sahara
Kata terakhirku mungkin
Terima kasih dan semoga ini bukan yang terakhir
Mungkin tak semudah memandang cermin
Tetapi tolong jangan berakhir
nugs.obituari.lembartujuhbelas.230717
Sebuah euforia yang datang dari alam sadar
Menggelitik bagian dalam diri hingga tertawa
Hingga rindu yang datang mulai terbakar
Aku suka saat tiap aksara yang terlontar tak menjadi baku
Terasa seru bagi kita para pengelana waktu
Meminggirkan kisah pilu yang menjadi benalu
Seakan semua terasa cepat berlalu
Hidup dan bahagia
Hanya itulah yang aku rasa
Jika hidup di dunia dapat selalu seperti ini
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Hari-hari di kota istimewa
Menikmati segalanya bersama senja
Belajar tertawa dan bahagia
Menghilangkan segala duka lara
Terbuai dalam buih-buih kebahagiaan
Menolak sirna dalam dekapan
Usai sudah hari kita bergembira
Singkat bagai fatamorgana di gurun sahara
Kata terakhirku mungkin
Terima kasih dan semoga ini bukan yang terakhir
Mungkin tak semudah memandang cermin
Tetapi tolong jangan berakhir
nugs.obituari.lembartujuhbelas.230717