Obituari - "Esensi" - Lembar Lima Belas
Mereka bilang pada akhir dunia kau akan mengerti, tentang semua hal-hal yang selalu menghampiri. Esensi, sebagai inti dari segala yang terjadi.
Semakin lama aku semakin mengerti.
Bukan tentang aku, tapi tentang kalian.
Pernah mereka bertanya apa aku ingin hidup seribu tahu lagi, aku hanya menjawab tidak. Aku inginkan hidup yang singkat, aku ingin segera berakhir, mereka yang hidup disana sangat nyaman, sedangkan aku? aku kadang hanya merintih tanpa aman.
Aku tak pernah mengerti sepenuhnya tentang aku, pikiranku kadang serumit salju yang turun di gunung merbabu, absurd. Bahkan tak pernah ada salju di gunung merbabu, lagi-lagi, rancu.
Tetapi semakin lama aku di sini, aku semakin mengerti.
Mengerti tentang kalian, dan aku mengerti tentang aku.
Dan aku kadang mengerti betul tentang aku, yang aku inginkan hanya meretas surga dan hidup di sana selamanya.
Untung saja, keinginan kejiku kadang dikabulkan Tuhan dan membuat aku sedikit bersyukur, tentang hari ini dan kemarin.
Pada akhir waktu, aku hanya ingin berterima kasih kepada Tuhan. Impianku meretas surga dapat terjadi, walau aku yakin bahwa ini hanya sebagian kecilnya saja dari segala esensi.
Pada akhir waktu, terima kasih Tuhan telah memberiku kesempatan menikmati sebagian dari surga.
Keluarga, sahabat, dan dia.
Semoga selalu di sini, di sisi.
nugs.obituari.lembarlimabelas.230717
Semakin lama aku semakin mengerti.
Bukan tentang aku, tapi tentang kalian.
Pernah mereka bertanya apa aku ingin hidup seribu tahu lagi, aku hanya menjawab tidak. Aku inginkan hidup yang singkat, aku ingin segera berakhir, mereka yang hidup disana sangat nyaman, sedangkan aku? aku kadang hanya merintih tanpa aman.
Aku tak pernah mengerti sepenuhnya tentang aku, pikiranku kadang serumit salju yang turun di gunung merbabu, absurd. Bahkan tak pernah ada salju di gunung merbabu, lagi-lagi, rancu.
Tetapi semakin lama aku di sini, aku semakin mengerti.
Mengerti tentang kalian, dan aku mengerti tentang aku.
Dan aku kadang mengerti betul tentang aku, yang aku inginkan hanya meretas surga dan hidup di sana selamanya.
Untung saja, keinginan kejiku kadang dikabulkan Tuhan dan membuat aku sedikit bersyukur, tentang hari ini dan kemarin.
Pada akhir waktu, aku hanya ingin berterima kasih kepada Tuhan. Impianku meretas surga dapat terjadi, walau aku yakin bahwa ini hanya sebagian kecilnya saja dari segala esensi.
Pada akhir waktu, terima kasih Tuhan telah memberiku kesempatan menikmati sebagian dari surga.
Keluarga, sahabat, dan dia.
Semoga selalu di sini, di sisi.
nugs.obituari.lembarlimabelas.230717