Obituari - "Ibu" - Lembar Tujuh

Ibu,
hal terindah yang pernah diberi oleh sang waktu
seorang malaikat yang selalu memberi cinta dan restu
seorang pelindung terpaan sang bayu

Maaf ibu,
nadi ciut ini tak pernah berani mengungkapnya secara langsung
jadi tertulislah olehnya kata puitis oleh tinta hitam di Hari Ibu
yang tak pernah tersampaikan dan memudar seiring waktu

Maaf ibu,
untuk kali ini belum berhasil diri memetik jambu
walau sudah usaha diri menggebu
dan engkau malah memberiku tebu

Engkau pasti kecewa
Tapi aku sudah berusaha
Mungkin suatu saat nanti diksi kan berbeda
Menjadi lebih indah penuh aksara

Aku tahu karna ku sedang kecewa
Sederhana,
Ku kecewa kau pasti lebih kecewa
Tapi beginilah adanya

Tapi engkau sendiri berkata
Hal yang kudapati hari ini bukanlah apa-apa
Sejenak kau menyuruhku untuk santai saja
bagaimana bisa?

Wahai ibu,
Suatu hari nanti pasti
Langitkan berbeda dari hari ini
Aku janji
Terima kasih ibu,
untuk yang kesekian kali.


nugs.obituari.esok.lembartujuh.110617/170617

Popular posts from this blog

hutan

Obituari - "Di belakangmu" - Lembar Empat