Esensi
"Aku adalah rintikan malas yang menghujam langit, yang menjadikan pelangi abu sebagai seluncuran mimpi, yang menunggu datangnya garam-garam pencair uap dan jatuh melayang-layang di atas ribuan awan, terhempas oleh kupu-kupu biru, terjerat pada kail petani angan dan diam. Karena menulis hanya menghabiskan tenaga juga degupan jantung yang terbuang sia-sia. Karena waktu hanya merengek pada ksatria bukan pada pecundang sastra" Beberapa bulan tak terasa sudah berlalu, rasanya tinggal sebentar lagi semester ini berakhir, tapi tetap saja, belum ada yang namanya tujuan untuk bersinggah ke tempat baru, karena setiap tujuan muncul, selalu saja ombak deras itu terus menghampiri seakan mencoba mengandaskan apa yang ada. Mungkin pada akhirnya yang harus dilakukan adalah mengikuti gelombang ombak itu sendiri tanpa memperhatikan keinginan diri sendiri. Ibarat perahu yang diterjang ombak, tidak banyak yang bisa dilakukan perahu selain menyerah pada ombak selagi terus mencoba untuk ber...