Keseharian Anak Sekolah

 Cerita pendek ini dibuat untuk memenuhi tugas bahasa Indonesia, diselesaikan dalam waktu kurang lebih 1 hari, jadi harap maklum.
Keseharian Anak Sekolah

                  Pada saat bel istirahat tiba,Azer berniat untuk membeli makananuntuk makan siangnya di kantin sekolah. Azer pun lalu mengajak teman-temannya untuk makan bersamanya.
                  “Bro… Bro… saya laper nih, ke kantin yuk kita makan siang bro” Saut Azer kepada teman-temannya.
                  “Ayuk Bro.. saya juga laper nih… Ayuk kita makan ke kantin” Jawab Affad kepada Azer sambil mengajak teman-teman yang lain untuk makan di kantin sekolah.
                  Azer dan teman-temannya pun pergi ke kantin sekolah dan sesampainya di kantin sekolah, mereka pun kebingungan untuk memilih makan apa yang akan mereka santap bersama-sama. Azer pun berkata:
                  “Bro… Bro… mau makan apa nih kalian?” Tanya Azer kepada teman-temannya.
                  “Kalau saya sih pengen mie ayam komplit aja deh kayaknya, kalian gimana?” Jawab Ziraf kepada Azer sambil bertanya kepada teman-teman yang lain.
                   “Ahh mending makan soto aja bro yang kenyang, mie ayam mah cuman buat ngemil doang bro, gak kenyang, mending kita makan soto aja deh bro” Saut Idnar kepada Ziraf.
                  “Bahh iya juga sih, Nar. Kalau kamu mau makan apa Zer?” Tanya Ziraf.
                  “Hmm apa yah? Yang enak terus ngenyangin makan apa ya? Oh ya Ahnaf, Gasta sama Affad kalian mau makan apa?” Jawab Azer yang bingung untuk memilih makan  yang akan disantapnya sambil bertanya kepada Gasta dan Affad.
                  “Mending makan nasi timbel aja deh bro, itu kan enak plus ngenyangin” Jawab Gasta.
                  “Nah saya setuju tuh” saut Affad.
                  “Saya juga setuju” Saut Ahnaf.
                  “Yaudah deh ayok kita makan nasi timbel, kawan.” Kata Azer sambil mengajak teman-temannya untuk pergi ke penjual nasi timbel di kantin sekolah.
                  Setelah mereka berdebat mengenai makanan apa yang akan mereka makan untuk makan siang, akhirnya mereka pun setuju untuk memakan nasi timbel sebagai makanan makan siang mereka. Mereka pun pergi ke penjual nasi timbel dan berkata:
                  “Ibu.. ibu.. pesen nasi timbel tujuh porsi, ya bu” Saut Azer kepada si penjual nasi timbel.
                  “Oke siap.. makan disini atau dibungkus? Lauknya mau sama apa aja?” Tanya si penjual nasi timbel kepada Azer.
                  “Makan disini aja bu, kalau lauknya ayam goreng paha semua, tahu goreng dua, tempe goreng  satu sama usus goreng tiga tusuk sama sambelnya dipisah aja ya bu” Jawab Azer kepada si penjual nasi timbel.
                  “Oke siap.. mau makan dimana? Duduk dulu aja, nanti ibu yang anter makanannya kesana” Tanya si penjual nasi timbel.
                  “Duduk disana aja deh bu yang deket” Jawab Azer sambil menunjuk meja makan yang terdapat di ujung kantin.
                  “Oke siap nanti ibu anter makanannya kesana” Kata si penjual nasi timbel kepada Azer.
                  Setelah Azer sudah memesan nasi timbel, Azer dan teman-temannya pun pergi ke meja makan yang terdapat di ujung kantin yang berisi delapan tempat duduk. Setelah mereka duduk di meja makan itu, mereka pun berbincang-bincang dengan riang mengenai hal yang terjadi dikelas tadi.
                  “Bro.. tadi gimana Fisika pada ngerti gak kalian?” Tanya Affad kepada teman-temannya.
                  “Yah bro gak usah ditanya jelas gak ngerti lah bro” Jawab Gasta dengan nada keras.
                  “Wah iya bro parah emang materi hari ini, susah banget tadi aja saya gak ngerti apa-apa, cuman bisa melongo aja melihat indahnya papan tulis ketika ada tulisan si Ibu” Saut Ziraf kepada teman-temannya.
                  “Hahaha bisa aja Raf, tapi emang bener sih materinya susah banget tadi aja ngerjain satu soal aja lamanya minta ampun, sampai saya hapus berkali-kali jawaban saya gara-gara jawabannya pada beda-beda dan gak tau yang bener yang mana, iya gak Naf?” Saut Azer kepada teman-temannya.
                  “Iya nih, susah banget soalnya, hampir gak kepikiran sama sekali cara yang harus dipakainya gimana” Saut Ahnaf sambil menggaruk-garukan kepalanya.
                  “Yah bro setiap malam saya selalu bertanya-tanya kepada diri saya dan tidak mendapat jawabannya” Idnar berkata kepada teman-temannya dengan ekspresi muka yang terlihat bingung.
                  “Apaan tuh bro?” Tanya Gasta kepada Idnar.
                  “Kapan fisika itu diciptakan dan kapan fisika itu hilang dari muka bumi ini?” Kata Idnar sambil sedikit tersenyum.
                  “Ya itu sih karena pacarmu bukan pacarku bro” Gurau Affad terhadap pertanyaan yang diberi oleh Idnar.
                  “Udah deh bro, lama-lama kalian jadi gila kalau ngomongin yang ginian hahaha” Saut Ziraf sambil tertawa dan teman-teman yang lain ikut tertawa riang bersama.
                    Saat Mereka berbincang-bincang dengan riang di meja makan kantin, nasi timbel yang mereka pesan pun telah jadi dan diantarkan oleh si penjual nasi timbel ke meja makan mereka. Mereka pun sejenak memberhentikan perbincangan mereka dan mulai membagikan makanan yang telah diantar dan setelah itu mereka dengan lahap memakan nasi timbel itu
                  “Permisi dek ini nasinya” Saut si penjual nasi timbel kepada Azer dan teman-temannya yang seketika memberhentikan perbicangan mereka
                  “Oh iya bu, makasih bu” Kata Azer kepada si penjual nasi timbel
                  “Yah bro bagiin dong itu nasi timbelnya” Saut Gasta yang sudah terlihat lapar dan tidak sabar menunggu untuk melahap nasi timbel yang dipesannya
                  “Sabar dong bro.. nih bro makan, makan.” Kata Azer sambil membagikan piring nasi timbel kepada teman-temannya
                  “Oke bro makan kita” Saut Idnar dengan gembira
                  Mereka pun memakan nasi timbel yang mereka pesan dengan lahap tanpa sisa karena perut mereka yang sudah keroncongan menahan lapar. Setelah mereka selesai memakan nasi timbel yang mereka pesan, mereka pun kembali ke si penjual nasi timbel untuk membayar nasi timbel yang mereka pesan dan setelah itu mereka lalu membeli minuman yang mereka inginkan sendiri-sendiri dan setelah itu mereka segera kembali ke kelas untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar.
                  “Wuh kenyang banget brader” Kata Gasta sambil menguap
                  “Udah jam segini nih bro, ayuk langsung bayar terus beli minum biar kita langsung masuk ke kelas lagi” Saut Azer kepada teman-temannya
                  “Iya ayuk bro, eh mending kamu yang bayar sekalian Zer biar kita langsung beli minum langsung  pergi ke kelas” Kata Idnar sambil menyuruh Azer untuk mengumpulkan uang untuk membayar nasi timbel dan langsung membeli minum
                  “Yaudah sini uangnya” Kata Azer kepada teman-temanya
                  Teman-teman Azer pun lalu segera mengeluarkan dompet mereka dan mengambil uang yang akan di berikan kepada Azer untuk membayar nasi timbel yang mereka pesan. Teman-teman Azer memberikan uang pas kepada Azer tetapi saat Azer melihat dompetnya, ternyata dia tidak mempunyai uang pas dan dia harus membayar dengan uang selembaran lima puluh ribuan.
                  Azer pun lalu bergegas pergi ke penjual nasi timbel yang memberikan uang untuk membayar nasi timbel yang Azer dan teman-temannya pesan. Azer pun mendapat kembalian karena dia membayar dengan uang dengan nominal lebih. Azer pun menghitung kembali kembalian yang diberikan si penjual nasi timbel itu dan ia mendapati bahwa kembalian yang diberikan pedanya ternyata kelebihan. Tanpa pikir panjang Azer pun lalu mengembalikan uang kembalian yang lebih tersebut karena dia tahu bahwa uang yang lebih itu bukanlah haknya dan harus dia kembalikan.
                  Setelah itu Azer pun membeli minuman dan dia pun menemui teman-temannya yang sudah menunggu didepan kantin untuk kembali ke kelas bersama-sama. Sesampainya dikelas bel masuk pun berbunyi dan kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya pun dimulai yakni pelajaran Sejarah.
                  Beberapa saat setelah bel masuk berbunyi, guru pelajaran Sejarah pun datang. Guru pelajaran Sejarah itu pun langsung memulai kegiatan belajar mengajar di kelas dan seluruh siswa pun diam sambil serius  memperhatikan guru sejarah yang menerangkan sebuah materi baru dalam kelas.
                  Seluruh siswa termasuk Azer dan teman-temannya sangat antusias dan serius memperhatikan kegiatan belajar mengajar dikelas. Mereka dengan seksama mendengarkan guru yang menerangkan tanpa ribut dan kondusif.
                  Bel pergantian pelajaran pun berbunyi dan tidak terasa beberapa jam sudah berlalu dan kegiatan belajar mengajar pada pelajaran Sejarah pun selesai. Sekarang Azer dan teman-temannya memulai kegiatan belajar mengajar pelajaran Kimia. Guru pelejaran sejarah pun segera bergegas keluar dari kelas dan tidak lama setelah guru pelajaran sejarah itu keluar dari kelas, teman-teman Azer pun banyak yang keluar dari kelas, karena merasa penasaran kenapa teman-temannya keluar dari kelas Azer pun bertanya kepada salah satu temannya dan ternyata temannya itu mendengar kabar bahwa guru pelajaran kimia tidak hadir dan karena gurunya tidak hadir maka mereka ingin keluar kelas untuk pergi ke kantin sekolah untuk sekedar jajan makanan ringan.
                  “Loh kenapa banyak yang keluar kelas nih?” Tanya Azer kepada Idnar, teman sebangku Azer.
                  “Wah gak tau juga ya, coba kamu Tanya sama mereka gih” Jawab Idnar kepada Azer dengan terlihat kebingungan.
                  “Woy bro.. kamu mau kemana? Kamu mau mabal kimia ya?” Saut Azer kepada Zakir.
                  “Mabal muu Zer.. Guru kimia kan gak masuk mending ke kantin dari pada gak ada kerjaan di kelas” Jawab Zakir kepada Azer sambil berjalan keluar kelas.
                  “Wah mantap nih bro kalau guru gak masuk” Kata Azer kepada Idnar.
                  “Iya nih tapi kok tumben ya gurunya gak masuk? Biasanya kan guru kimia rajin masuk terus” Kata Idnar kepada Azer.
                  “Wah iya juga ya, tumben banget guru kimia gak masuk, coba tanya Ardan gih, dia kan KM harusnya dia tau kalau guru masuk atau enggak” Kata Azer kepada Idnar.
                  “Dan.. Dan.. guru kimia masuk gak sih?” Kata Idnar kepada Ardan
                  “Kurang tau, Nar. Soalnya si Ibu gak ngasih kabar ke saya” Jawab Ardan kepada Idnar
                  “Bah.. KM aja gak tau bro, yaudah lah mending saya tidur aja deh dari pada gak ada kerjaan gini” Kata Azer kepada Idnar  sambil mengerluarkan Earphone dari tasnya.
                  “Saya juga mau tidur nih bro, capek”kata Idnar kepada Azer sambil mengambil jaketnya untuk dijadikan alas tidurnya diatas meja.
                  Setelah itu Azer dan Idnar pun tidur dengan pulas dikelasnya karena guru pelajaran kimia yang seharusnya mengajar dikelas tidak masuk ke sekolah. Hampir satu jam lamanya mereka tertidur dikelas dan secara tiba-tiba guru kimia pun datang ke kelas dan Azer dan Idnar pun sepontan bangun dari tidurnya mendengar KM kelasnya menyiapkan kelasnya dan memberi salam kepada guru. Azer pun dengan cepat melepaskan Earphone yang masih terpasang di telinganya dan begitu juga Idnar segera merapihkan jaketnya yang masih ada di atas meja.
                  Setelah KM menyiapkan dan memberi salam kepada guru yang mengajar, guru pelajaran kimia itu pun langsung mengambil absen dan memanggil satu per satu nama siswa yang ada dikelas. Guru itu pun mendapati ada lima orang siswa yang keluar dari kelas tanpa kabar apapun dan lansung mengalfakan absen mereka. Guru pelajaran kimia itu pun lalu memulai kegiatan belajar mengajar dan tak lama kemudian karena tahu bahwa guru kimia pelajaran itu hadir di dalam kelas, kelima teman Azer yang tadi sempat pergi ke kantin itu pun segera kembali ke dalam kelas dan mereka pun dihukum untuk mengerjakan soal yang ada di papan tulis.
                  “Siap.. Memberi salam” Saut Ardan dengan suara lantang.
                  “Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh” Salam serentak semua siswa yang ada dikelas kepada guru pelajaran kimia.
                  “Walaikumsalam, Ibu absen dulu ya” Jawab salam guru pelajaran kimia sambil mengeluarkan buku absen dan memanggil satu per satu nama siswa.
                  “Oke.. ini ada lima orang yang gak hadir dan gak ada keterangan, Ibu alfain absennya” kata guru pelajaran kimia sambil menutup buku absen yang ia bawa.
                  “Ya.. kemarin kan Ibu udah menerangkan tentang materi Minyak Bumi dan karena kemarin Ibu belum sempat ngasih soal, coba kalian kerjakan soal yang ada di papan tulis ya.” Kata guru pelajaran kimia itu sambilk menulis soal-soal di papan tulis.
                  “Assalamualaikum” Salam dari kelima teman Azer yang tadi pergi ke kantin sekolah sambil membuka pintu kelas
                  “Maaf bu tadi kita habis dari katin bu, soalnya tadi kata teman saya di kelas IPA 4 Ibu gak hadir” Kata Zakir, salah satu siswa yang tadi pergi ke kantin sambil menyalami guru pelajaran kimia.
                  “Ah kalian, kalau Ibu gak ada di kelas jangan suka keluar kelas, kalian boleh main tapi didalam kelas aja jangan di luar kelas, apalagi ke kantin. Udah, sekarang kalian kerjain soal yang ada di papan tulis ini, ayok cepat!” Kata guru pelajaran kimia dengan nada kesal.
                  Zakir dan keempat temannya pun hanya bisa terdiam melihat soal yang diberi oleh guru pelajaran kimia itu. Melihat mereka hanya bisa terdiam, guru pelajaran kimia itu pun memberikan arahannya kepada mereka dan akhirnya mereka bisa menjawab soal yang diberi oleh guru tersebut dan mereka pun diperbolehkan duduk kembali di tempat duduk mereka masing-masing.
                  “Ah kalian gimana sih, kalian kemarin gak memperhatikan materi yang Ibu bahas kemarin ya? Masa ngerjain gini aja gak bisa apa apa! Jadi gini, semua soal itu, bisa dikerjakan hanya dengan rumus ini.. coba kalian kerjakan lagi” Kata guru pelajaran kimia sambil menulis rumus di papan tulis.
                  “Oke bu sudah bu” Jawab Zakir dan teman-temannya yang terkena hukuman kepada guru pelajaran kimia
                  “Nah bagus, udah sekarang kalian duduk lagi, awas kalian kalau mabal lagi nanti Ibu gak akan ngasih kalian izin masuk ke kelas lagi!” Kata guru pelajaran kimia kepada Zakir dan teman-temannya
                  “Iya bu, makasih bu” Kata Zakir dan teman-temannya serentak dan kembali ke tempat duduk mereka  masing-masing.
                  Kemudian guru pelajaran kimia itu pun menghapus soal yang tadi ditulisnya dan menulis soal baru untuk dikerjakan tetapi setelah guru pelajaran kimia itu menulis soal di papan tulis, bel pulang pun berbunyi dan akhirnya guru pelajaran kimai itu pun menjadikan soal-soal yang telah ditulisnya di papan tulis menjadi PR bagi siswa di kelas. KM kelas pun lalu menyiapkan dan memerintahkan siswa yang ada dikelas untuk memberi salam kepada guru dan kemudian guru pelajaran kimia pun keluar dari kelas.
                  “Ya jadi ini dia soal-soalnya, karena udah bel jadi soalnya di PR-in aja ya, silakan KM siapkan kelasnya terus berdoa” Kata guru pelajaran kimia sambil membereskan bukunya
                  “Siap.. Sebelum pulang mari kita berdoa, berdoa dipersilahkan” Kata Ardan dengan suara lantang.
                  “Selesai.. Memberi salam” Kata Ardan
                   “Assalamualaikum Warahmatullahi Warabakatuh” Salam semua siswa dikelas kepada Guru pelajaran kimia
                  “Walaikumsalam, silakan pulang” Kata guru pelajaran kimia sambil keluar dari kelas
                  Hari ini merupakan hari yang cukup memelahkan bagi Azer karena setiap guru yang mengajar tadi dikelasnya semuanya memberikan PR kepadanya yang PRnya pun cukup banyak sehingga membuat dia merasa lelah akan PR yang diberikan kepadanya.
                  “Hufft.. akhirnya pulang juga, tapi banyak PR gini ih, masa harus bergadang lagi” Kata Azer kepada Idnar sambil menguap
                  “Yoi bro, makanya habis pulang langsung kerjain PRnya, kamu mau langsung pulang?” Kata Idnar kepada Azer
                  “Engga bro, biasa nunggu rada sore dulu, pengen liat si cantik dulu baru entar kalau dia pulang saya juga pulang hahaha” Kata Azer kepada Idnar sambil tersenyum
                  “Ah kamu, kerjain dulu tuh PR, baru mikirin perempuan” Sindir Idnar kepada Azer
                  “Lah bro, kan dia itu merupakan suatu hal yang memotivasi saya buat ngerjain tugas bro, kalau gak lihat senyumnya itu, hari-hari ini terasanya hampa bro” Kata Azer sambil mendorong Idnar dengan pelan
                  “Ah cemen kamu bro, cuman bisa dari jauh aja, deketin terus tembak dong baru nyombong sama saya” Kata Idnar kepada Azer dengan nada menyindir
                  “Belum saatnya bro, lagiankan kata pepatah juga kan berkata bahwa cinta bukan berarti harus memiliki bro” Kata Azer kepada Idnar
                  “Terserah kamu aja deh bro haha, yaudah deh saya pulang dulu ya, salam nih sama si cantik jelita hahaha” Kata Idnar kepada Azer sambil tertawa dan membawa tasnya
                  “Iya bro, kapan-kapan saya salamin deh, hati-hati bro dijalan” Kata Azer kepada Idnar
                  “Oke bro, kamu juga hati-hati ya bro, hati-hati jadian sama doi haha” Kata Idnar kepada Azer dengan nada menyindir.
                  Azer pun diam sejenak dikelas sambil memainkan handphonenya sementara Idnar sudah pergi meninggalkan kelas dan pulang ke rumahnya. Sebenarnya, untuk pulang pada sore hari bukan maksud Azer untuk hanya melihat perempuan yang dia sukai di sekolah melainkan karena hanya untuk menghindari razia polisi karena Azer selalu membawa sepeda motor ke sekolah sedang dia sendiri tidak mempunyai Surat Izin Mengemudi, ia terpaksa membawa motor karena di suruh oleh orang tuanya dan karena jarak rumahnya yang cukup jauh dari sekolah dan kalau Azer pulang pada sore hari tentunya polisi lalu lintas yang melakukan razia sudah tidak ada, jadi pada saat pulang dia bisa pulang kerumahnya dengan santai tanpa takut di razia oleh polisi.
                  Setelah beberapa saat di kelas, Azer pun keluar kelas karena bosan di dalam kelas, tiba-tiba perempuan yang dia sukai pun duduk di luar kelasnya. Dengan serius ia memandangi wajah perempuan itu sambil berangan-berangan bagaimana kalau perempuan itu jadi pacarnya. Merasa ada yang melihatnya terus-menerus, perempuan itu pun lalu melihat ke arah tempat Azer duduk dan melihat perempuan yang Azer sukai melihat dia, dia pun seketika langsung memalingkan wajahnya dan berpura-pura sedang memainkan handphonenya karena Azer sangat malu apabila dia dilihat oleh perempuan yang dia sukai itu.
                  “Duh.. bosen banget dikelas gak ada siapa-siapa gini, keluar ah” Kata Azer kepada dirinya sendiri dengan suara pelan sambil pergi keluar kelas dan duduk di lantai depan kelasnya.
                  Kemudian Azer mengambil handphonenya dan menoleh ke kanan dan kiri dan dia pun melihat perempuan yang ia sukai dan dia pun mulai berangan-angan.
                  “Waduh.. perempuan yang satu itu, kenapa bisa berbeda ya dari yang lain, kenapa dia cantik banget, kalau saya tembak dan jadi pacarnya gimana ya? Ah.. kayaknya gak mungkin, mana mungkin dia suka sama laki-laki macam saya ini, yang pengecut dan gak bisa ngomong apa-apa didepannya” Angan Azer di dalam hatinya sambil melihat ke arah perempuan yang ia sukai
                  “Kira-kira dia udah punya pacar belum ya? Ah.. kayaknya sih udah, mana mungkin perempuan secantik dia gak punya pacar. Hm.. tapi belum tentu juga sih, mungkin aja dia belum punya pacar, tapi gimana ya? Boro-boro pacaran ngomong sama dia aja saya gak berani” Lanjut angan Azer di dalam hatinya
                  Tiba-tiba perempuan itu melihat Azer karena dia sadar ada yang terus melihat dia, sepontan Azer langsung memalingkan wajahnya dan melihat ke arah handphoneyang ia pegang.
                  “Aduh dia pake ngeliat ke saya lagi, ah elah” Kata Azer di dalam hati
                  Tak lama setelah itu perempuan itu pun pergi untuk pulang kerumahnya.
                  “Yah dia pulang, sekarang juga udah jam 4 lagi, saya pulang juga ah” Kata Azer di dalam hati
                  Azer pun kembali ke dalam kelas untuk mengambil tasnya yang masih ada disana, dia pun lalu mengeluarkan kunci motor di dalam tas dan segera pergi ke parkiran sekolahnya. Dia pun segera pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah, Azer pun segera makan sore dan langsung mengerjakan semua PR yang diberi oleh gurunya tadi di sekolah.
                  Ke esokan harinya di sekolah, Azer dan teman-temannya melakukan kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Pelajaran pertama adalah pelajaran PPKN, pada saat pelajaran pertama dimulai, guru pelajaran PPKN itu datang tepat waktu dimana masih ada beberapa dari teman-teman Azer yang masih belum datang karena terlambat ke sekolah. Sebelum memulai kegiatan belajar mengajar, Azer dan teman-teman sekelasnya melakukan tadarus terlebih dahulu dan disambung dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.Tak lama kemudian, teman-teman Azer yang terlambat datang ke sekolah satu persatu masuk ke dalam kelas. Tetapi, guru pelajaran PPKN itu tidak langsung mengizinkan siswa yang terlambat untuk masuk. Mereka disuruh untuk berdiri di depan kelas dan guru pelajaran PPKN itu pun memarahi mereka karena keterlambatan mereka dan menyuruh mereka untuk tadarus sendiri-sendiri di depan kelas dan kemudian disusul dengan menanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya di depan kelas.

                  “Sebelum memulai pelajaran, mari kita tadarus dulu dan nanti disusul menyanyikan lagu Indonesia Raya” Kata guru pelajaran PPKN di depan kelas
                  KM pun memimpin tadarus kelas dan setelah itu semua siswa dan guru pelajaran PPKN menyanyikan lagu Indonesia Raya di dalam kelas.
                  “Baik, sekarang bapak absen dulu ya” Kata guru pelajaran PPKN sambil mengeluarkan buku absen dan memanggil satu per satu nama siswa
                  “Ada empat orang yang tidak hadir, sementara bapak alfakan dulu karena dari tadi tidak ada kabar” Kata guru pelajaran PPKN itu sambil menaruh buku absen ke dalam tasnya
                  Tiba-tiba keempat orang yang datang terlambat pun hadir dan meminta izin dari guru pelajaran PPKN itu untuk masuk dan mengikuti pembelajaran
                  “Assalamualaikum pak, kami izin masuk pak” Kata salah satu dari keempat orang yang datang terlambat kepada guru pelajaran PPKN yang mengajar di kelas
                  “Walaikumsalam, sini kalian masuk dan berdiri dulu disini” Kata guru pelajaran PPKN itu sambil menunjuk ke arah depan kelas
                  “Kalian datang terlambat terus, cepat ambil Al-Qur’an di lemari dan tadarus disini, buka surat Al-Baqarah ayat 160, kalian tadarus 20 ayat disini” Kata guru pelajaran PPKN itu kepada keempat orang yang terlambat itu.
                  Keempat orang itu pun memulai tadarus dan siswa yang lain hanya  bisa terdiam melihat keempat temannya bertadarus ditengah-tengah kelas. Setelah mereka selesai tadarus, guru pelajaran PPKN itu pun menyuruh mereka untuk menanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
                  “Sekarang kalian nyayi lagu kebangsaan Indonesia Raya disini!” kata guru pelajaran PPKN itu dengan suara lantang
                  Keempat orang itu pun menyanyikan lagu bangsaan Indonesia Raya. Setelah itu mereka pun mendapat ceramah dari guru pelajaran PPKN itu dan setelah itu mereka pun diperbolehkan untuk duduk dan mengikuti pembelajaraan.
                  “Sudah, kalian jangan sampai terlambat lagi, kalian harus tau terlambat itu bukan masalah jarak rumah atau kendaraan, yang penting itu niat kalian dan kesadaran kalian, kalau kalian jarak rumahnya jauh dari sekolah kalian harus tau waktu, kalian harus tau kapan kalian harus berangkat dari rumah. Lain kali, kalau kalian terlambat lagi bapak tidak akan kasih kalian izin untuk masuk ke dalam kelas, sudah cepat kalian duduk!” Kata guru pelajaran PPKN itu dengan nada keras dan mempersilahkan keempat orang yang datang terlambat itu untuk duduk di dalam kelas.
                  Setelah guru pelajaran PPKN itu memberikan ceramahnya kepada keempat orang yang datang terlambat itu, guru pelajaran PPKN itu mulai menerangkan materi dan semua siswa yang ada didalam kelas pun memperhatikan pembelajaran dengan seksama.
                  Beberapa jam pun tak terasa sudah berlalu dan bel pergantian pelajaran pun berbunyi. Sebelum meninggalkan kelas, guru pelajaran PPKN itu pun memberikan tugas kelompok kepada siswa yang ada didalam kelas. Guru pelajaran PPKN itu menyuruh seluruh siswa untuk berhitung dari satu sampai 4 dan setelah itu guru itu memberikan materi untuk masing-masing kelompok.
                  “Ya.. karena sudah bel sebelum bapak keluar, bapak mau memberi tugas kelompok kepada kalian, coba kalian hitung dari satu sampai empat dimulai dari kamu yang pojok kanan” Kata guru PPKN itu sambil menunjuk siswa yang duduk di paling pojok kanan kelas.
                  Seluruh siswa pun sudah berhitung dan guru pelajaran PPKN itu pun memberikan materinya di papan tulis.
                  “Ya, jadi ini materi yang harus kalian kerjakan, masing-masing kelompok, tugas ini harus selesai minggu depan dan akan di presentasikan di kelas, sekian dari bapak, Assalamuaikum” Kata guru PPKN itu sambil berjalan keluar kelas
                  Beberapa saat kemudian, guru pelajaran selanjutnya yakni pelajaran Matematika Wajib pun datang dan menyuruh seluruh siswa untuk mengeluarkan kertas selembar untuk memulai ulangan.
                  “Baik semua keluarkan kertas selembar, kita mulai ulangan ya” kata guru pelajaran matematika wajib itu kepada seluruh siswa
                  Seluruh siswa pun mengeluarkan kertas selembar dan guru pelajaran matematika wajib pun membagikan kertas soal ulangan kepada masing-masing siswa. Setelah soal ulangan terbagi semua, seluruh siswa pun dipersilahkan mengerjakan ulangan.
                  “Baik, soalnya sudah ibu bagikan, sekarang bisa kalian kerjakan” Kata guru pelajaran matematika wajib itu kepada seluruh siswa
                  Seluruh siswa pun mengerjakan soal yang diberikan dengan serius dan dengan sebisa yang mereka bisa. Tak terasa sudah dua jam berlalu dan ulangan pun selesai dan guru pelajaran matematika wajib itu mulai mengambil kertas jawaban dan soalnya dari seluruh siswa.
                  “Baik, dua jam sudah selesai dan ibu akan ambil kertas jawaban dan soal kalian” Kata guru pelajaran matematika wajib itu sambil mengambil kertas jawaban dan soal dari seluruh siswa
                  “Baik, semuanya sudah ibu ambil, silakan KM untuk menyiapkan” Kata guru pelajaran matematika wajib itu sambil berkata kepada KM kelas
                  “Siap.. memberi salam” Saut KM kelas dengan suara lantang
                  “Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh” Salam seluruh siswa kepada guru pelajaran matematika wajib
                  Guru pelajaran matematika wajib itu pun berjalan keluar kelas dan seluruh siswa juga mulai keluar kelas untuk istirahat. Azer pun didatangi oleh teman-temannya dan mengajak dia untuk pergi ke kantin bersama.
                  “Oy Zer, ke kantin yuk, kita makan-makan, laper nih” kata Affad kepada Azer
                  “Oh ayuk, saya juga laper nih” Jawab Azer kepada Affad
                  Azer dan teman-temannya pun pergi ke kantin sekolah untuk membeli makanan dan sesampainya di kantin seperti biasa, mereka kebingungan untuk membeli makanan yang akan mereka makan, mereka pun berbincang-bincang untuk memilih makanan apa yang akan mereka makan.
                  “Yo bro.. kalian mau makan apa nih?” Kata Azer kepada teman-temannya
                  “Hm.. apa ya, saya sih masih kenyang, jadi jangan makan berat deh, gimana kalau kita makan mie ayam?” Tanya Idnar kepada teman-temannya
                  “Gimana kalau kita makan nasi goreng bro?” Tanya Affad kepada teman-temannya
                  “Ah jangan ah, bosen nasi goreng terus bro” Kata Gasta kepada Affad
                  “Iya jangan nasi goreng terus bro yang lain aja, gimana kalau makan pempek?” Kata Ahnaf kepada teman-temannya
                  “Jangan pempek lah bro, itu mah ngemil doang, gak kenyang” Saut Azer kepada Ahnaf
                  “Ya terus apa dong?” Tanya Ahnaf kepada teman-temannya
                  “Kalau makan ayam fillet gimana bro?” Kata Azer kepada teman-temannya
                  “Wah boleh tuh, saya setuju” Kata Affad kepada Azer
                  “Iya saya juga setuju” Kata Ziraf kepada teman-temannya
                  “Yaudah deh saya juga makan ayam fillet aja” Kata Idnar kepada teman-temannya
                  Akhirnya Azer dan teman-temannya pun memutuskan untuk membeli ayam fillet sebagai makanan yang akan mereka makan. Mereka pun mendatangi penjual ayam fillet itu dan memesan enam porsi ayam filletuntuk mereka makan dan mereka pun lalu segera duduk di meja makan yang terletak di dekat penjual ayam fillet itu.
                  “Pak.. beli ayam fillet enam porsi dong pak” Kata Azer kepada si penjual ayam fillet
                  “Oh oke siap.. mau makan di sini atau di bungkus?” kata si penjual ayam fillet kepada Azer
                  “Makan disini aja pak” Kata Azer kepada si penjual ayam fillet
                  “Oke siap.. cari tempat duduk aja dulu dek, nanti bapak anterin kalau sudah siap makanannya” kata si penjual ayam fillet kepada Azer
                  Azer pun lalu mendatangi teman-temannya yang sudah mendapat tempat duduk di dekat penjual ayam fillet. Sambil menunggu ayam fillet yang mereka pesan, seperti biasa mereka selalu melakukan perbincangan mengenai hal yang terjadi tadi disekolah.
                  “Bro.. bro.. tadi kalian pada bisa gak ulangan matematika wajib?” kata Affad kepada teman-temannya
                  “Ah gak tau bro.. soalnya susah banget, tadi saya aja cuman bisa ngerjain 5 soal doang” Kata Gasta kepada Affad
                  “Saya sih tadi bisa ngerjainnya lancar-lancar aja sih, tapi gak tau dah bener atau engga” Kata Azer kepada Affad
                  “Tadi saya gak belajar sama sekali bro, gak bisa ngerjain apa apa ih” Kata Zarif kepada Affad
                  “Wah serius kamu gak belajar apa-apa? Di rumah ngapain aja sih bro” Kata Gasta kepada Zarif
                  “Saya kemarin ketiduran, asalnya mau belajar cuman tiba-tiba ketiduran dah” Kata Zarif kepada Gasta
                  “Ya elah bro.. masa ketiduran sih” Kata Gasta kepada Zarif
                  “Wah bro tadi aja saya yang belajar semaleman gak bisa apa-apa” Kata Affad kepada teman-temannya
                  “Seriusan? Masa gak bisa apa-apa sih? Percuma kamu belajar bro” Kata Azer kepada Affad
                  “Seriusan bro, tadi soalnya beda sama apa yang saya pelajari” Kata Affad kepada Azer
                  “Aduh bro mending gak usah belajar sekalian deh kaya saya, hahaha” Kata Zarif kepada Affad sambil tertawa
                  “Ya seenggaknya dia ada usaha dari pada kamu bro” Sindir Gasta kepada Zarif
                  “Iya bro seenggaknya Affad ada usaha dari pada kamu yang ketiduran” Sindir Idnar kepada Zarif
                  Tak lama kemudian, si penjual ayam fillet itu pun datang membawa enam porsi ayam fillet yang tadi dipesan oleh Azer dan mereka pun langsung memakan ayam fillet itu dengan lahap. Setelah itu mereka pun lalu membayar ayam filletitu dengan kolektif dan Idnar pun disuruh untuk memberikan uangnya kepada si penjual ayam fillet itu oleh teman-temannya.
                  “Woh.. kenyang bro” Saut Gasta kepada teman-temannya
                  “Oke bro.. udah mau masuk nih, langsung bayar aja kita bro” Kata Idnar kepada teman-temannya
                  “Iya bro.. nih uangnya, kamu yang nanti yang bayarin ya” Kata Azer kepada Idnar
                  “Oke bro.. mana yang lain uangnya” Kata Idnar kepada teman-temannya
                  Azer dan teman-temannya pun memberikan uang mereka kepada Idnar untuk membayar  ayam filletyang mereka pesan. Idnar pun lalu membayar ayam fillet yang mereka pesan dan karena uang yang Idnar bayar tidak pas maka ia mendapat kembalian dan ternyata ia mendapat kembalian lebih tetapi ia langsung memasukan uangnya ke sakunya karena ia tidak menghitung uangnya dan langsung memasukan uangnya ke dalam sakunya.
                  Sesampainya dikelas dia baru menghitung kembali uang kembalian yang tadi diberi oleh si penjual ayam fillet itu. Dia pun berkata ada uang yang lebih kepada Azer karena Azer merupakan teman sebangkunya.
                  “Bro.. bro.. tadi kembalian yang ayam fillet kelebihan dua puluh ribu bro” Kata Idnar kepada Azer
                  “Wah yang bener? Mending kamu balikin lagi bro” Kata Azer kepada Idnar
                  “Iya bro beneran nih, saya ambil aja kali ya, males kesana lagi bro” Kata Idnar kepada Azer dengan nada lesu
                  “Eh jangan bro, mending kamu balikin uang yang lebihnya, itu bukan hak kamu bro, balikin bro” Kata Azer kepada Idnar
                  “Iya juga sih bro, mending balikin sekarang apa nanti aja pas pulang sekolah bro?” Tanya Idnar kepada Azer
                  “Mending sekarang lah bro, mumpung belum ada guru, kalau kamu balikin pas pulang sekolah, kalau si penjual ayam filletnya udah pulang gimana?” Kata Azer kepada Idnar
                  “Wah iya juga ya, anterin yuk bro ngasihin kembaliannya” Kata Idnar kepada Azer
                  “Ayuk bro” Kata Azer kepada Idnar
                  Idnar dan Azer pun bergegas pergi kembali kekantin sekolah mereka untuk mengembalikan uang kembalian yang lebih tersebut kepada penjual ayam fillet yang mereka beli saat istirahat. Mereka pun mendatangi si penjual ayam fillet itu dan mengembalikan uang kembalian yang lebih itu. Kemudian, mereka pun langsung bergegas kembali ke dalam kelas.
                  “Pak.. pak.. tadi kan saya beli  ayam fillet bapak, ternyata bapak kelebihan ngasih kembaliannya pak, ini pak dua puluh ribu kembalian yang lebih tadi pak” Kata Idnar kepada si jual ayam fillet itu
                  “Oh iya dek, makasih banyak ya dek” Kata si penjual ayam filletitu kepada Idnar
                  “Oh iya pak, sama-sama” Kata Idnar kepada si penjual ayam fillet
                  Mereka pun segera kembali ke kelas. Sesampainya di kelas, mereka mendapat kabar bahwa guru pelajaran Biologi tidak hadir dan mereka disuruh mengerjakan soal yang akan di kumpulkan hari itu juga oleh KM kelas mereka.
                  Azer dan Idnar pun segera mengerjakan soal yang diberi oleh guru pelajaran Biologi mereka. Mereka mengerjakan soal-soal yang diberikan dengan serius dan akhirnya mereka dapat mengerjakan soal-soal yang diberikan dengan cepat dan langsung mengumpulkan jawaban mereka kepada KM kelas mereka. Karena masih mereka sudah selesai mengerjakan soal yang diberikan dan masih tersisa banyak waktu, Azer dan Idnar pun menyempatkan diri mereka untuk tidur sejenak di dalam kelas.
                  Setelah beberapa menit kemudian, bel pergantian pelajaran pun berbunyi. Azer dan Idnar pun sepontan terbangun dari tidurnya. Tak lama kemudian, guru pelajaran selanjutnya pun datang yakni pelajaran PAI atau Pelajaran Agama Islam.
                  Guru pelajaran agama itu pun langsung menerangkan materi baru kepada mereka. Mereka memperhatikan guru tersebut dengan seksama dan tak terasa sudah dua jam berlalu dan bel pulang pun berbunyi. Sebelum pulang, guru pelajaran agama itu tak lupa memberikan tugas kelompok kepada seluruh siswa. Seluruh siswa disuruh untuk berhitung satu sampai empat dan sesudah pembagian kelompok, guru pelajaran agama itu pun membagikan materi yang harus dikerjakan oleh masing-masing kelompok di papan tulis.
                  Setelah guru pelajaran agama itu membagikan materi, seluruh siswa pun diperbolehkan pulang dan guru pelajaran agama itu pun berjalan pergi keluar kelas. Tak lama setelah guru pelajaran agama keluar dari kelas, satu per satu dari siswa yang ada di kelas pun keluar dari kelas untuk pulang dan rumah. Azer pun langsung pulang dan menghampiri ibunya yang sudah menunggu di luar sekolah untuk menjemput Azer.   

Popular posts from this blog

hutan

Obituari - "Di belakangmu" - Lembar Empat