Posts

Showing posts from January, 2017

Hanya angka

"Aku terbang, diatas sini elok dan tak mau pulang. Kembali ke dunia gamang, lebih baik disini hidup berbayang, bak berada diatas pelukan bidadari pembawa tenang"   2013 silam, tentu sudah lama berlalu namun tak bisa dilupakan begitu saja. Saat awal kali menemukan sesuatu yang mereka sebut komunitas. Berawal dari situ juga semua hal menyibukkan yang menyita waktu dimulai, walau tak berguna untuk hidup tapi rasa sungguh membuat adrenalin terguncang. 4 tahun sudah mengarungi dunia itu, tak berguna tapi acap kali dilakukan tetapi itu pula yang menyadarkan bahwa sesungguhnya yang tak berguna kadang kala bisa berguna, terutama untuk gudang pikiran ini, otak. Ratusan jam tersita di dunia gamang itu, hijau dan merah acap kali dilewati sehingga memiliki rasio yang nyaris hampir sama. Di mulai dari kasta paling rendah bermain, empat tahun sudah tak ada peningkatan. Memang tidak berguna tapi, entahlah, semua ini memang tak bisa dijelaskan akal. Dua lima, kurang, tambah. Dua...

I am god

"how did you know? it's what i've always wanted could never have too many of these will you quit kicking me under the table? i'm trying, will somebody make us shut up about it? can we settle down please? this world, i've been.. bite tongue deep breaths " - I'm God (Clams Casino) Sebuah hal sensitif untuk dibahas, meyakini bahwasannya semua orang pasti punya keyakinan. Walau akhir-akhir ini, banyak dari mereka sendiri yang termakan oleh keyakinan mereka. Terlalu berlebihan menanggapi semuanya, sehingga mendadak berhenti sebagai manusia, menjadi seekor binatang tak bernalar. Layaknya hewan peliharaan yang mengikuti segala suruhan tuannya, bertindak membabi buta atas nama "keyakinan". Tentu bukan salah keyakinannya, melainkan kesalahan dari mereka sendiri dengan mengartikan sesuatu dengan hal yang berbeda, sehingga melenceng dari konsep awal keyakinan mereka. Rentetan peristiwa bejajar sejak satu tahun kebelakang, atas nama "keyak...

Sedikit penjabaran waktu

"Ada yang tiba di antara fajar dan sunyi. Semacam kasih rengkuh tiada ragu. Erat, menenangkan. Semacam setitik cahaya yang rela jatuh dari mega-mega langit. Menyelinap di antara kekata, berharap ia akan menemui paragraf baru." Jam 8.32 malam, disaat orang lain mungkin sedang belajar, mempelajari materi agar mereka menguasai saat-saat penting yang akan datang beberapa bulan lagi. Bahkan seseorang yang mempunyai otak jenius itu pun saat ini sedang mempelajari sesuatu, berlatih soal baru, berharap berhasil dalam ujian nanti. Sementara itu, seorang lelaki angkuh itu hanya berbaring di kamarnya dengan berbagai buku tebal disampingnya, tanpa dibukanya, dia pun hanya memejamkan mata dan menyalakan lagu lewat ponselnya. Jam 9.05 malam, mata lelaki ini terbuka dan mulai meraih ponselnya. Dibukalah sebuah aplikasi olehnya dan mulailah ia menulis tulisan ini, tanpa menyadari bahwa ia sudah kalah selangkah dengan teman-temannya. Padahal nyatanya dia mempunyai banyak sekali waktu l...