Hanya angka

"Aku terbang, diatas sini elok dan tak mau pulang. Kembali ke dunia gamang, lebih baik disini hidup berbayang, bak berada diatas pelukan bidadari pembawa tenang"
 
2013 silam, tentu sudah lama berlalu namun tak bisa dilupakan begitu saja. Saat awal kali menemukan sesuatu yang mereka sebut komunitas. Berawal dari situ juga semua hal menyibukkan yang menyita waktu dimulai, walau tak berguna untuk hidup tapi rasa sungguh membuat adrenalin terguncang.
4 tahun sudah mengarungi dunia itu, tak berguna tapi acap kali dilakukan tetapi itu pula yang menyadarkan bahwa sesungguhnya yang tak berguna kadang kala bisa berguna, terutama untuk gudang pikiran ini, otak.
Ratusan jam tersita di dunia gamang itu, hijau dan merah acap kali dilewati sehingga memiliki rasio yang nyaris hampir sama. Di mulai dari kasta paling rendah bermain, empat tahun sudah tak ada peningkatan. Memang tidak berguna tapi, entahlah, semua ini memang tak bisa dijelaskan akal.
Dua lima, kurang, tambah.
Dua lima.
Dua lima.
Dua lima.
Dua lima untuk hidup.
Mereka bilang.
Ada kalanya mereka beralibi bahwa itu semua hanya angka, tak akan dibawa mati, tetapi ternyata sampai saat ini mereka masih berburu angka.
Dua lima untuk hidup, aku tak akan berbohong, aku butuh dua lima, aku ingin merasakan bagaimana diatas, bersama mereka para legenda, dikenal luas oleh semua kalangan, lelaki dan wanita.
Aku butuh dua lima.
Aku merasa hilang.

Popular posts from this blog

hutan

Obituari - "Di belakangmu" - Lembar Empat