I am god
"how did you know?
it's what i've always wanted
could never have too many of these
will you quit kicking me under the table?
i'm trying, will somebody make us shut up about it?
can we settle down please?
this world, i've been..
bite
tongue
deep
breaths " - I'm God (Clams Casino)
Sebuah hal sensitif untuk dibahas, meyakini bahwasannya semua orang pasti punya keyakinan. Walau akhir-akhir ini, banyak dari mereka sendiri yang termakan oleh keyakinan mereka. Terlalu berlebihan menanggapi semuanya, sehingga mendadak berhenti sebagai manusia, menjadi seekor binatang tak bernalar. Layaknya hewan peliharaan yang mengikuti segala suruhan tuannya, bertindak membabi buta atas nama "keyakinan". Tentu bukan salah keyakinannya, melainkan kesalahan dari mereka sendiri dengan mengartikan sesuatu dengan hal yang berbeda, sehingga melenceng dari konsep awal keyakinan mereka.
Rentetan peristiwa bejajar sejak satu tahun kebelakang, atas nama "keyakinan" merubah persatuan yang ada. Dimulai dari mayoritas yang tidak setuju terhadap seorang pemimpin yang tidak memiliki "keyakinan" yang sama dengan mereka hingga perseturuan antara pemegang "keyakinan" yang sama. Lucu bukan, bagaimana pemegang "keyakinan" yang sama ternyata masih bisa saja berseteru. Padahal jika kita melihat manusia sebagai manusia biasa, tanpa memandang suku, ras, dan agama, mungkin tidak akan terjadi hal keji seperti itu.
Sebagai manusia yang ber"keyakinan" seharusnya sudah mengetahui hal mana yang perlu dilakukan dan hal mana yang tak perlu dilakukan karena jika dilihat secara gamblang, tidak ada satupun keyakinan yang mengajarkan tentang kekerasan, anarkis, dan lain sebagainya. Semua mengajarkan tentang kebaikan tak ada satupun yang mengajar tentang hal buruk. Maka dari itu, menjadikan keyakinan sebagai alasan untuk berseteru dengan orang lain adalah hal konyol. Apalagi jika yang berseteru tersebut mengatas namakan Front Pembela. Apa yang dibela? keyakinanmu atau ketuamu? apa pedomanmu? kitabmu atau perkataan ketuamu yang tak pernah kau saring? Ironi mengingat beberapa dari mereka yang mengatas namakan front pembela tapi masih bersikap anarkis dan berkata kotor. Padahal saat kau memutuskan mengikuti mereka, seharus kau sudah mengerti konsep keyakinanmu, sehingga kau tahu mana yang hal perlu untuk dilakukan dan tidak.
Lalu kemudian, seseorang membaca tulisan ini dan bertanya "Apa maksud kau menulis tulisan ini? memang apa keyakinanmu? kau menghina kah?" kemudian orang yang menulis tulisan ini menjawab "Keyakinanku bukan urusanmu, untuk apa kau menanyakan keyakinanku, aku bahkan tak menulis atas nama keyakinan tertentu, aku menulis atas pikiranku sendiri saat ini dengan melihat berbagai konflik yang ada di media, karena yang ku lihat hanya mengenai agama, agama, dan agama. Setiap hal buruk yang keluar pasti itu adalah konflik berbau agama. Untuk apa agama dijadikan korban? Sudahlah kawan, aku tak bermaksud menyinggung siapapun, jika kau terpelatuk membaca tulisan sederhana ini, maka sudah dipastikan kau harus banyak belajar mengenai keyakinanmu sendiri. Walau aku pun bukan seorang yang cukup taat, aku orang biasa yang masih melakukan banyak kesalahan tapi walau begitu paling tidak aku belajar sesuatu tidak seperti kalian yang masih bersikap arogan walau tahu itu adalah hal yang salah. Dan mungkin segala isi dan pemahaman yang kalian ambil juga bukan sesuatu yang patut untuk kalian nilai, manusia. "
"I am a god
Even though I'm a man of god
My whole life in the hands of god
So y'all better quit playing with god" - I Am A God (Kanye West)
it's what i've always wanted
could never have too many of these
will you quit kicking me under the table?
i'm trying, will somebody make us shut up about it?
can we settle down please?
this world, i've been..
bite
tongue
deep
breaths " - I'm God (Clams Casino)
Sebuah hal sensitif untuk dibahas, meyakini bahwasannya semua orang pasti punya keyakinan. Walau akhir-akhir ini, banyak dari mereka sendiri yang termakan oleh keyakinan mereka. Terlalu berlebihan menanggapi semuanya, sehingga mendadak berhenti sebagai manusia, menjadi seekor binatang tak bernalar. Layaknya hewan peliharaan yang mengikuti segala suruhan tuannya, bertindak membabi buta atas nama "keyakinan". Tentu bukan salah keyakinannya, melainkan kesalahan dari mereka sendiri dengan mengartikan sesuatu dengan hal yang berbeda, sehingga melenceng dari konsep awal keyakinan mereka.
Rentetan peristiwa bejajar sejak satu tahun kebelakang, atas nama "keyakinan" merubah persatuan yang ada. Dimulai dari mayoritas yang tidak setuju terhadap seorang pemimpin yang tidak memiliki "keyakinan" yang sama dengan mereka hingga perseturuan antara pemegang "keyakinan" yang sama. Lucu bukan, bagaimana pemegang "keyakinan" yang sama ternyata masih bisa saja berseteru. Padahal jika kita melihat manusia sebagai manusia biasa, tanpa memandang suku, ras, dan agama, mungkin tidak akan terjadi hal keji seperti itu.
Sebagai manusia yang ber"keyakinan" seharusnya sudah mengetahui hal mana yang perlu dilakukan dan hal mana yang tak perlu dilakukan karena jika dilihat secara gamblang, tidak ada satupun keyakinan yang mengajarkan tentang kekerasan, anarkis, dan lain sebagainya. Semua mengajarkan tentang kebaikan tak ada satupun yang mengajar tentang hal buruk. Maka dari itu, menjadikan keyakinan sebagai alasan untuk berseteru dengan orang lain adalah hal konyol. Apalagi jika yang berseteru tersebut mengatas namakan Front Pembela. Apa yang dibela? keyakinanmu atau ketuamu? apa pedomanmu? kitabmu atau perkataan ketuamu yang tak pernah kau saring? Ironi mengingat beberapa dari mereka yang mengatas namakan front pembela tapi masih bersikap anarkis dan berkata kotor. Padahal saat kau memutuskan mengikuti mereka, seharus kau sudah mengerti konsep keyakinanmu, sehingga kau tahu mana yang hal perlu untuk dilakukan dan tidak.
Lalu kemudian, seseorang membaca tulisan ini dan bertanya "Apa maksud kau menulis tulisan ini? memang apa keyakinanmu? kau menghina kah?" kemudian orang yang menulis tulisan ini menjawab "Keyakinanku bukan urusanmu, untuk apa kau menanyakan keyakinanku, aku bahkan tak menulis atas nama keyakinan tertentu, aku menulis atas pikiranku sendiri saat ini dengan melihat berbagai konflik yang ada di media, karena yang ku lihat hanya mengenai agama, agama, dan agama. Setiap hal buruk yang keluar pasti itu adalah konflik berbau agama. Untuk apa agama dijadikan korban? Sudahlah kawan, aku tak bermaksud menyinggung siapapun, jika kau terpelatuk membaca tulisan sederhana ini, maka sudah dipastikan kau harus banyak belajar mengenai keyakinanmu sendiri. Walau aku pun bukan seorang yang cukup taat, aku orang biasa yang masih melakukan banyak kesalahan tapi walau begitu paling tidak aku belajar sesuatu tidak seperti kalian yang masih bersikap arogan walau tahu itu adalah hal yang salah. Dan mungkin segala isi dan pemahaman yang kalian ambil juga bukan sesuatu yang patut untuk kalian nilai, manusia. "
"I am a god
Even though I'm a man of god
My whole life in the hands of god
So y'all better quit playing with god" - I Am A God (Kanye West)