Lamunan di ujung teluk
"lamunan di ujung teluk" 05.33 WIB - sebuah prolog singkat dalam lorong sepi bangunan itu, berjalanlah ia seorang diri ke tempatnya menenun waktu. Sudah tiga tahun lebih kiranya ia disini, pergi pagi mengharapkan sendu untuk menjadi sesuatu yang abadi, hingga nanti mencapai titik tertinggi. merangkai kata dalam degapan saru pena dalam buku tulis bersampul kuning. Sampai ia teringat bahwa waktunya tinggal beberapa minggu lagi, waktu yang kan terasa singkat untuk mencapai ujung garis, semuanya akan segera berakhir. Usai sudah lelah, untuk sesaat, hingga nanti ia bersulang di bawah awan biru sumringah. sebelumnya dalam sekoci kecil ia terombang ambing, merasa bingung karena disini semakin lama hanya tersisa masamnya buah belimbing. Mau tidak mau, menjadi alasannya hidup karena tak ada jalan keluar dalam dekapan laut. Memang bukan rahasia umum bahwasannya semua insan tahu, tidak ada yang mudah dalam mengarungi ombak yang terus menggebu. walau begitu teruslah ia hidup karen...