23.56

Kepada deretan hitam yang masih tersidang
Takkan dapat keluar asa yang ada
Bak dinginnya es di kutub utara
Sangat sulit tuk berjalan melangkah
Jatuh,
selalu saja tersandung bongkahan
Bermuram di sini pantas
Tapi bersenda mustahil dilalukan
Tanpa cahaya yang terang benderang
Rindu akan sinar yang sering dimainkan
Sekarang redup rasanya
Berjalan melewati bayang
Akan kenang semua masa
Wahai sinar yang berlalu
Semua, yang hanya lewat
Kesini, mampir dan melihat
Lalu pergi tanpa jejak
Wahai sajak yang sementara

Popular posts from this blog

hutan

Obituari - "Di belakangmu" - Lembar Empat