Posts

Showing posts from 2018

Serendipiti

setiap asap yang terhembus mempunyai ceritanya masing-masing. mereka berbincang, berduka, dan tertawa. setiap pahit yang tercampur dalam hitamnya kopi punya ceritanya masing-masing. mereka melihat, mendengar, dan mengerti. yang indah adalah ketika malam menawarkan warna yang berbeda dari gelapnya. hingga larut malam tak menjadi kantuk lagi dan malah menjadi penantian yang selalu tak ingin untuk dilewatkan. sungguh, sejuta aksara pun tak akan bisa menulis lengkap hal yang telah terlewati. sungguh, momen-momen ini akan selamanya dalam memori bahkan ketika badan sudah lumpuh tak berdaya sekalipun. kepada kawan, semoga selamanya kita berjalan bersama, tetaplah saling merangkul bahu-bahu yang penuh dengan perjuangan. lelah yang kita jalani, debat yang kita alami, tawa yang kita buat, duka yang kita ratap, dan siang dan malam yang kita ukir, semua akan selalu membekas. karena kalian sudah berarti lebih dari sangat, memberikan pelajaran-pelajaran dan hal-hal yang mengikat di memori...

Mengembara

Jadi bagaimana? Apakah awan masih terlihat hitam dan bergemuruh? atau awan sudah terlihat indah dengan dipenuhi kicauan merdu burung-burung yang berterbangan? Mugkin akan aku kisahkan sedikit hal-hal pada saatku mengembara. karena aku tak tahu kisahmu, tak pernah sepenuhnya tahu, mungkin aku masih perlu waktu kepada doa untuk merefleksikan wujudnya. Kau tahu yang aku dapat selama ini adalah sebuah fakta bahwa hidup ini benar-benar berotasi. Hitam tak selamanya buruk dan putih tak selamanya baik. Atas tak selamanya diatas dan bawah tak selamanya dibawah. kelam tak selamanya kelam dan damai tak selamanya damai. Mungkin kau pikir aku ini manusia yang terlambat menyadari hal-hal itu. Tapi kenyataannya aku tidak terlambat sama sekali, hanya saja waktu yang baru menunjukan keberadaannya dalam pengembaraanku ini. kau mungkin sering mendengar atau melihat kalimat klasik seperti itu, tapi merasakannya secara langsung adalah hal yang berbeda, dan setidaknya aku sudah merasakan sebagian...

Obituari - "Masa" - lembar dua puluh

Waktu ini begitu singkat tuan Namun aku dituntut untuk membuat setiap detiknya berarti Baik atau buruknya siapa peduli? Bukankah kita memang selalu hidup dalam pendapat dan asumi? Dan sebelum waktu benar-benar habis Mungkin hanya akan ada satu pertanyaan Apa yang harus kukenang? Yang pernah kulakukan atau yang kukhayalkan? Sebab di sudut rumah kelabu kamar-kamar akan segera hilang Menyesap penyesalan dari bulir air mata Atau tersenyum malu melihat rangkaian aksara Kutampung semua pertimbangan di pundi-pundi sukma Sembari kuberi wewangian Sebagai pengiring keranda Karena waktu akan benar-benar usai Demi sebuah kehormatan Di pinggir surga Setengah jiwaku mengidungkan kematian Mengiringi dunia yang terseok-seok Membawa sandiwara raga Yang lama menjadi lakon Sebelum dimulai adegan surga yang elok Pada tiap-tiap bilah cahaya temaram yang sedang beristirahat Akan ada suka cita dan katarsis yang bisa kita rasakan sesaat sebelum kita benar-benar terlelap Semua bekas-bek...

Obituari - "Mungkin" - Lembar Sembilan Belas

Kepada sajak-sajak yang bergemuruh dibawah mega Akan ku coba menjelaskan seperti apa arti keikhlasan Semua bak labirin di tiap lirih syair yang bergeming Seperti gemericik hujan saat awan pun masih ragu mengugurkan anak-anaknya Di tepian sepiku Aku terus meragu Menerima impian dan kenyataan  yang bahkan kita masih tertatih-tatih untuk melupakan Di bawah purnama yang tak sempurna cahayanya Selembar kisah tetap terbuka di halaman yang sama Dalam pekat kopi hitamku kala terjaga Hening tak lagi berani membawa dahaga Samar-samar masih ku cari caranya Agar terbangun diantara garis harapan Sama-samar kabut melingkupi mata Terlihat di ujung jalan ia jelas masih ada Lepas namun sedikit sunyi sedikit harmoni Dalam diri yang diselimuti mimpi Karena waktu pun berjarak tak memihak Lambat laun warna muncul beranak pinak Naluri berkata kepada kepala untuk cepat sadar Bahwa tak selamanya kita selalu berjalan menyasar Bahwa masih ada kesempatan...