Mengembara

Jadi bagaimana? Apakah awan masih terlihat hitam dan bergemuruh? atau awan sudah terlihat indah dengan dipenuhi kicauan merdu burung-burung yang berterbangan?

Mugkin akan aku kisahkan sedikit hal-hal pada saatku mengembara.

karena aku tak tahu kisahmu, tak pernah sepenuhnya tahu, mungkin aku masih perlu waktu kepada doa untuk merefleksikan wujudnya.

Kau tahu yang aku dapat selama ini adalah sebuah fakta bahwa hidup ini benar-benar berotasi.

Hitam tak selamanya buruk dan putih tak selamanya baik.

Atas tak selamanya diatas dan bawah tak selamanya dibawah.

kelam tak selamanya kelam dan damai tak selamanya damai.

Mungkin kau pikir aku ini manusia yang terlambat menyadari hal-hal itu.

Tapi kenyataannya aku tidak terlambat sama sekali, hanya saja waktu yang baru menunjukan keberadaannya dalam pengembaraanku ini.

kau mungkin sering mendengar atau melihat kalimat klasik seperti itu, tapi merasakannya secara langsung adalah hal yang berbeda,

dan setidaknya aku sudah merasakan sebagian besar daripada hal itu.

kau tahu, awalnya memang terasa sangat sulit. Tak pernah ada kata ikhlas sekalipun dalam menjalani hal-hal yang tak dikehendaki oleh diri sendiri.

hal terbaik yang pernah ku dapat tak terulang, hal terindah yang pernah ku dapat sirna, hal yang membakar jiwa semakin membara, dunia gelap tak ada putih hanya hitam yang mendasar.

bayangkan ketika hidup seolah-olah mati, ketika hal-hal tidak membuatmu tertawa, ketika dunia tak membuatmu merasa damai, ketika semesta sama sekali terasa sunyi.

Kau tahu pada akhirnya pilihanmu hanya dua, silakan hidup dalam berbagai penolakan atas kehendakmu atau membuka lapang jiwa untuk mengalir bersamaan dengan apa yang hidup beri.

Kau tahu hidup dengan berbagai penolakan yang kau buat sendiri itu ibarat membuat penjara dalam kamar, kau tak akan pernah keluar, tak akan berkembang, tak akan tahu bahwa hidup menyajikan hal lain selain hitam dan duka.

Maka pilihlah membuka lapang jiwamu untuk menikmati hal-hal yang bahkan kau tak kehendaki. Niscaya kau kan temukan damaimu, disinilah manfaat ikhlas berfungsi.

hidup ini indah pada waktunya, ku temukan orang-orang hebat saatku mengembara dan sekarang mereka menjadi orang yang berjalan dikanan dan kiriku, ku temukan kisah-kisah baru yang ku jalani sampai sekarang, ku temukan warna yang lain dalam hitamnya langit, ku belajar bahwa terbang tak semudah melihat burung mengepakan sayapnya.

sungguh sangat berbeda dengan apa yang pernah ku jalani sebelum dan saat aku mengembara, dunia ini luas, penuh warna bahkan dalam gelap.

ini yang aku rasakan, damai.

tidak kurang dan tidak lebih.
semua terjadi ketika kita mematikan ego kita sendiri, belajarlah untuk ikhlas, belajarlah untuk menerima, belajarlah untuk melangkah karena hidup tak bisa berdiam, semua berubah dan kita bergerak.

Dalam pengembaraanku ini, tentunya banyak pula masalah  yang terjadi, salah satunya yang menjadi masalah adalah

cinta, ia masih tetap asing.

seakan-akan mengembara selama ini pun ia tak tersentuh, mungkin memang bukan waktunya aku ini untuk merasakannya.

dan tentunya kesalahan saat mengembara dalam hal ini pun sempat terjadi.

mengembara tanpa melakukan  kesalahan adalah sebuah kemustahilan karena dari situ kita belajar bagaimana bersikap dan mengambil keputusan.

salah satunya mungkin kita harus tahu bahwa cinta itu tak bisa dipaksa, mau kau mengembara sejauh apapun kalau kau tak belajar hal ini maka kau tak akan pernah mengerti cinta bahkan Rahwana pun tidak mendapatkan permaisurinya.

mungkin singkatnya biarlah waktu yang menunjukan bagaimana dan kapan waktu yang tepat karena cinta tak selalu bicara, ia jatuh kadang sendiri.

Sementara biarlah aku tetap mempertahankan makna dan puisi-puisi yang pernah aku buat. Pernah aku mencoba lari dari makna itu dan aku rasa memang tidak seharusnya dilakukan, entahlah aku rasa memang bukan waktunya untuk berlari dalam hal ini.

dan biarlah cinta berada dalam posisinya karena hal itu bukan yang menjadi salah satu tujuan dalam mengembara.

dalam mengembara ini yang dikejar hanya satu yaitu arti dan yang kutemukan adalah arti hidup yang berotasi.

dari sini kita belajar untuk berkembang, merasa, melihat, mendengar, menjadi pribadi yang lebih baik.

semua tak lebih sebagai sedikit bekal untuk masa depan.

aku sedih,
aku damai,
aku belajar,
aku tertawa,
aku merasa,
aku melihat,
aku mendengar,
aku mengembara.

kau?

Popular posts from this blog

hutan

Obituari - "Di belakangmu" - Lembar Empat