Untaian kata

Kata-kata adalah sebuah kehormatan yang tertinggi bagi ia yang memahami. Segala tipu daya, kebenaran, dan kebohongan menyelam dan berpadu didalamnya. Memahami adalah kunci untuk melihat kemurnian dari setiap aksara agar kita mengetahui setiap maksud dan tujuan yang tersirat.

Kadang kala kata-kata menjadi senjata bagi kita untuk bertahan dan dengan kondisi seperti itu rasa-rasanya dunia ini tidak cocok bagi orang-orang yang mulia, semua adalah tentang muslihat, semua tentang bagaimana kita memainkan peran dan saling bertukar sumpah palsu.

Pada dasarnya kebohongan dan kebenaran mempunyai rasa yang sama dan seiring manusia berkembang dengan meningkatkan kepadaian ia berkomunikasi. Pada akhirnya tidak akan ada yang tau kebenaran atau kebohongan kecuali diri kita sendiri.

Kebanyakan manusia hanya berlomba untuk mendapatkan yang ia inginkan, hal ini bukanlah menjadi hal yang tabu lagi karena itu sudah menjadi sifat natural sebagai manusia. Kita tidak pernah puas dan sering kali lupa bersyukur dengan apa yang kita miliki sehingga acap kali kita terus-menerus ingin mendapat hal yang lebih.

Cukup dengan kata-kata kita dapat mendapatkan semuanya, ketika kita menguasai kata-kata, maka tidak akan satu orang pun yang mengetahui kebenaran dan kebohongan kecuali kita sendiri dan saat itulah kita harus memilih untuk bijak mempergunakannya atau menggunakannya sebagai senjata. Ya, senjata dengan peluru tak terbatas mengandalkan otak sebagai pelatuknya dan mulut sebagai pelurunya.

Jika kita bijak dalam menggunakannya maka kebenaran semanis dan sepahit apapun akan kita ucapkan dan kita siap untuk menerima konsekuensi yang terjadi atas ucapan kita, namun apabila kita menggunakannya sebagai senjata maka hanya ada kebohongan dan tipu daya, keegoisan akan memakan diri, dan konsekuensinya adalah pembunuhan karakter walaupun dengan itu kita dapat hidup aman dan tenang.

Pilihlah dengan hati, jalan mana yang kita pilih? Hidup dengan kebeneran dalam medan perang yang tak tentu menang atau kalahnya? Atau hidup dalam kaca dengan berbagai kebohongan?

Untuk itu maknailah kata-kata, jangan sekedar berucap hanya untuk sekedar mencari keamanan diri sendiri. Kata-kata tidak sehina itu, jadilah manusia yang bijak agar engkau tau betapa berharganya kata-kata, walau hanya satu kata terlontar.

Popular posts from this blog

hutan

Obituari - "Di belakangmu" - Lembar Empat