Pengabdian

Kelak sehabis pengabdianmu itu semua hal di dunia dapat menjadi milikmu, hal-hal yang tidak pernah orang lain sentuh pun akan kau dapatkan, dengan satu syarat, kau mengabdi dengan seluruh tumpah ragamu.

Maka telah ku tumpahkan segala darah, ku singkirkan segala keluarga, ku bunuh hati dan rasa takut atas berbagai prasangka kehidupan hanya untuk pengabdianku.

Sepadan kah? Kita membunuh diri untuk menjadi satu, kumpulan baru, keluarga baru, dan maksud tujuan baru.

Kepada pengabdianku, maka aku tanamkanlah kepercayaan, bahwa pengabdianku tak akan sia-sia, karena aku merasakannya, hal yang berbeda, pengalaman yang berbeda, rasa yang berbeda yang mana apabila itu buruk mungkin sudahku tinggalkan sejak dari dulu.

Tapi kau, apakah pengorbananmu sama dengan yang aku korbankan? Aku bunuh diriku dan yang ku kenal pun begitu dan ada juga yang lebih dari itu, lantas kau? Apa yang ingin kau korbankan untuk pengabdianmu?

Pengabdianku, Tuhan sudah berjanji bahwa setiap perjalanan mahkluk ciptaannya tak ada yang sia-sia, Tuhan menciptakan banyak jalan untuk kita pilih dan tak pernah ada jalan yang sia-sia, yang berbeda hanya apa yang didapat saja, baik buruknya bukankah kita sudah cukup dewasa untuk memilih dan berpikir? Tuhan tak pernah memberi kita keburukan, kitalah yang menciptakannya. Pengabdianmu itu tidak ada yang sia-sia kecuali kau yang membuatnya.

Atas nama pengabdian, semoga sepadan.
Atas nama pilihan, semoga tak salah arah.
Atas nama pengorbanan, semoga terbayarkan.


Popular posts from this blog

hutan

Obituari - "Di belakangmu" - Lembar Empat