jalan buntu

Rasa dari gelapnya malam tetaplah sama
Lampu-lampu redup dikota dan segala gamanya
Lorong berliku yang terlintas memaksa untuk dilintasi
Membuka pagar yang tak terkunci

Pembual dengan segala caranya
Menawar apakah ia akan terjaga atau terlelap
Mulut mengecap rasa yang hambar
Dan kaki terbuka tuk bergegas

Di pesimpangan jalan ia berhenti
Membeli air yang melepas dahaga
Lalu menyalakan tembakau dari saku celana
Dalam hening asap keluar dan menusuk paru-parunya

Menemui jalan buntu
Loncat tembok dan berlari
Pandangan putih dibelakang
Menuju temaramnya cahaya fajar

Popular posts from this blog

hutan

Obituari - "Di belakangmu" - Lembar Empat