prakarsa - lembar dua
Jangan sampai doa kita tertahan lalu tak sampai padamu
Tempat badai menenggelamkan kapal
Dalam sepenggal damai yang singkat
Demikianlah aku dapat menyentuh sesuatu
Tanpa khawatir akan dihantui riwayat setiap bekas luka
Bersabdalah tuhan diantara rerintik hujan dan gemuruh ombak
Tuhan yang baik akan selalu berkunjung di akhir tahun
Di bulan desember, sesudah hujan menyingkirkan debu
Aku akan pulang
Bukankah seburuk-buruknya waktu adalah merenggut apa yang ia beri?