Dalam diam

Hening ini media kita bersua karena kata yang terucap sudah tak dapat lagi terdengar. Telinga sudah menolak suara yang terdengar dan akal sudah lupa arti aksara. Aman dalam diam karena tak perlu lagi khawatir akan penerimaan yang selalu manusia cari.

Membuang jati diri demi derajat yang diagungkan, mengikuti arus karena yang berjuang akan mati, dihabisi keegoisan dan lenyap bersama kefanaan. Inginkan kebenaran sedangkan benaran tak pernah ada, Ia bersembunyi, nyaris musnah, tak terucap, tak terdengar, dan tak terjangkau.

Kita semua aman dalam diam karena hanya itu yang absolut, kita semua menolak membuka mata dan memilih tertidur dalam mimpi. Realitas tak pernah ada, hanya mimpi yang nyata, halusinasi adalah satu, tak pernah ada takdir, tak pernah ada nasib, dalam diam kita nyaman. 

Masalah tak pernah ada, selagi kita diam kita berada di surga, tanpa hujan dan tanpa  badai, hanya awan yang cerah dan angin yang damai. Diamlah kata-kata, tidurlah, manusia enggan menerimamu, istirahatlah dalam keabadian, tetaplah aman selamanya


Popular posts from this blog

hutan

Obituari - "Di belakangmu" - Lembar Empat