Posts

Showing posts from February, 2017

terjaga sampai malam

Tadi pagi aku kehilangan sebuah hal Sebuah hal penting yang tak masuk diakal Atau mungkin juga tidak penting Analogi kubangan air dalam tanah kering Dalam perang tiga jalan abadi Menyiksa sepuluh jari para jiwa yang mati Tapi perang ini tak akan selesai Sampai tuhan gusar melerai Semua ini karena dua lima Jariku lemas memperebutkan permata Walau cuman dota Tapi bisa membuat aku terjaga Inilah kegiatan para jiwa yang hampa Saat tak ada kerjaan memperebutkan angka Bukan angka pada nilai ujian Tapi angka pada permainan Memang harusnya aku berhenti Bermain dan memantapkan diri Tapi rasa tak tereduksi Ingin aku main bersama na'vi Ah sudah, sudah, sudah Lidahku kering tak berludah Mataku mulai pekat memerah Kantukku sudah mulai melangkah Aku mulai hilang merendah Aku KETIDURAN Akukan lagi main dota Ah persetan!!! hilang sudah dua lima Ku benci kau fana Anjing tanah menggonggong sukma Harusnya ku berhenti Rasa lelah tadi siang tak bisa dipungk...

free bird

"If I leave here tomorrow Would you still remember me? For I must be traveling on, now Cause there's too many places I've got to see But, if I stayed here with you, girl Things just couldn't be the same Cause I'm as free as a bird now And this bird you can not change" -------- "nestapa" Deru mega dari mesin motor tua Membawa badan tanpa jiwa Pergi jauh ke luar jagat raya Berharap menemukan sesuatu yang berharga Jiwa angkara muda petualang  Mengokohkan jiwa yang berlalulalang Menjauh dari dua gelas bahagia yang saling bersulang Bersama pekat yang amat panjang Walau, apa yang ku liat semua semakin tabu Tiap kata terlontar berwarna abu Semakin sendu, Ambigu sebagai petualang waktu Tahu bahwa semua tak akan cepat berlalu Bak kisah-kisah lama nan pilu Batinku ringkih dipaksa bergembira Meminum sedikit air jernih digunung sahara Atau mungkin hanya fatamorgana Terbuai dalam buih-buih nestapa Lama-lama akukan hancurkan se...

dingin, hangat, fajar, purnama.

dingin beku enggan menerima hangat dari tebalnya jaket hijau tua kemelam. Dingin memasuki rongga jaket kumal kelabu. Pejamkan mata saja, katanya. Kalau kau terlelap nanti semua rasa kan sirna. Tapi dingin kian menusuk ditambah dengan kosongnya ruang gelap mencekam. Kerumunan datang membawa kabar. Baginda yang ditunggu tak kunjung datang. Hari ini semakin dingin, setiap detik menjelang sebongkah cahaya datang mendesak. Terlihat cahaya semakin kuat diluar sana. Dingin pun kalah, hangat kiat panas. Membakar wajar sang pujangga merana. Mehilangkan dingin ambang sirna. Menghilangkan kantup mata mengelak. Mendaki batu tinggi diantara semesta dan jagat raya. Dari atas sini, dari atas sini elok. Aku bisa melihat malaikat dan setan berlalu lalang, indah gemulai bidadari menari yang membuat lamunan dalam indah yang bergejolak ditemani hangatnya fajar. Ah, lagi-lagi terjadi. Mungkin sebelum seribu kata terucap nanti, sebelum suatu hari saat aku menziarahi tanah khayal dengan menyanding wan...

mengajar, diajar.

Tertera apik layaknya cerita klasik Dalam goresan api pemantik Membakar kantuk dipelupuk mata Rasa lelah menjalar keseluruh tubuh Ingin istirahat sejenak agar kembali utuh 22.24 malam kembali dari kota Mencari sebongkah ilmu untuk dicerna Badan sudah goyah Tapi masih banyak hal yang harus dikunyah Sebenarnya aku ngantuk Tapi gabut jadi akut Hilang semangat dikoyak laut Menerjang ombak deras wajah meraut "Sudahlah tidur saja." Kata setan hitam melara "Iya, kamu benar, aku juga sudah lelah, ditambah lagi menulis sampah ini membuat waktuku terbuang, kamu memang hebat, setan." Kata ku sambil merana Menyadari bahwa beberapa menit dihabiskan sia-sia Padahal ingin belajar menggapai cita-cita Percuma banyak jalan menuju roma Tapi tujuan hidup tak ada Banyak pilihan di dunia Tapi aku pilih tidur saja Sudahlah.

sebuah lagu, jam 20.02, malam ini

"Karma police, arrest this man He talks in maths He buzzes like a fridge He's like a detuned radio Karma police, arrest this girl Her Hitler hairdo is Making me feel ill And we have crashed her party This is what you get This is what you get This is what you get when you mess with us" Angkara manusia dalam derajat hampa Sendu diantara api dan murka Dua tiga empat singa bertebaran Pujangga hampa menghampiri kerumunan Dari malaikat tak bersayap hingga setan kecil merangkak Satu dan beberapa tikus kecil lari meninggalkan mereka Di belakang mereka berlari kencang Meninggalkan yang lain dalam amukan si raja hutan Orang itu lari ketakutan dan tak mempedulikan yang lain Tikus-tikus kecil mengikuti dibelakangnya Memuji langkah hebatnya yang dilakukannya Mengunjing kerumunan orang yang diam ditempat bersama "Tenang semua, diam, jangan ada yang lari, siapkan batu atau dahan" saut lantang sang pujangga yang datang kekerumunan itu "Bodo...

pagi, malam.

Air yang mendidih dikelamnya langit pagi Menyergap angan penuh pedih Yang kulinangkan dalam angan di ujung mata Menari indah dipelupuk tangan Sendiri di sebuah tempat penuh ramai Karena yang lain masih tertidur pulas di kamar pemimpi Menjadi kebiasaan pemalas hipokrit Selalu dalam angan indah menjerit Tak apa, Demi indah sang bidadari semua berarti Demi indah raut manja wajah yang menyita hari Yang senantiasa menerpa disudut hati yang sepi  Yang suara manisnya selalu menggema dalam bilik hati Maka laut kan menari Lalu perahu kecil kemari Dari sini lewat laut dan malam Matahari berhenti bermuram Meringkuk dibalik gemerlapnya dunia kelam

sedikit hal yang tidak ingin kamu ketahui tentang harapan

21.10 harusnya aku belajar, sebentar lagi berbagai ujian akademik datang, harusnya aku berhenti menulis, tapi sayangnya aku tidak bisa fokus kalau masih ada benalu yang hinggap di angan. meluapkan emosi dalam bentuk kata adalah salah satu caraku melawan sendu. walau akhirnya aku hanya berakhir tidur bukan mempelajari pelajaran yang seharusnya aku lakui saat ini. suatu waktu ada sesuatu yang tiba di antara fajar dan sunyi. semacam kasih rengkuh tiada ragu. erat, memantapkan jiwa. semacam setitik cahaya yang rela jatuh dari mega-mega langit. menyelinap di antara kekata, berharap aku akan menemui paragraf baru. sesuatu yang kalian dan mungkin aku sebut dengan harapan. dulu aku juga orang yang sama layaknya orang normal kebanyakan, percaya bahwa takdir itu pasti sudah ditentukan dan cita-cita dengan tekad yang kuat pasti akan terwujud, menjadi suatu hal yang lebih dari kata harap. berbagai motivasi yang ada membuat tekad lebih bulat lagi, seakan percaya bahwa semua pasti akan dapat...

fake plastic trees

Aku adalah sendu akan kematian dan duka cita Jiwaku lahir dari lubang gelap tak berdasar, yang kan kau temukan di dalamnya separuh iblis dan separuh malaikat Atau mungkin aku salah, aku bukanlah kelam Yang senantiasa mengarungi dinginnya angin malam Jelagad indah paradigma yang bermuram Mungkin juga aku tak tahu Aku hanya putuskan asal-usul daku yang senantiasa berubah di setiap tetes air hujan yang jatuh perlahan  Aku, Aku adalah apa yang ku mau Prinsip luka dalam membiru Lepas dari kotak hijau mimpi Menentapkan diri dalam bualan imaji  Tak peduli kata-kata fiksi Terlontar dari mulut berkaporit Orang-orang hipokrit Tapi tenang, Aku sudah ceritakan diriku Budi akan kubalas Setan akan kulibas Aku tak akan pernah menjadi penghianat lungkrah  Saat orang lain berbalik arah Aku bukan kalian Aku memang mengejar angan Tapi tak melupakan kawan Saat ku lompat dari gedung ini nanti Yakinlah kalian tak akan ada dibelakang Untuk sebentar saja ucapkan ...

ain't no grave

"There ain't no grave, can hold my body down. There ain't no grave, can hold my body down When I hear that trumpet sound. I'm gonna rise right out of the ground. ain't no grave, can hold my body down." ------ "hening" Kelas yang kosong, Jadikan hari ini sebagai saksi akan hari yang terbuang Dengung lagu Johnny Cash, Jadikan telinga ini sebagai saksi akan bingarnya keadaan Dan hujan yang turun dengan deras, Jadikan hari ini sebagai hari penuh malas Jadikan sebagai bukti Kecewanya tuhan Melihat satu dari begitu banyaknya insan Melalaikan hari, Ku tutup buku Ku berhenti membaca Ku berhenti menulis Aku mulai mencoret, Seluruh permukaan meja dengan mata elang guru sejarah Tenggelam pada samudera hitam yang berdarah Karbon yang ku goreskan semakin lebar Layaknya pergi ke angkasa dan tersasar Melalaikan hari, Toh di rumah pun aku hanya akan tertidur Menggunakan dunia maya sebagai pelipur lara Membuka buku sepersekian sekon D...

queen anne's revenge

"you can't see the demons till the demons come calling for you. you're deaf to them screaming till they're standing right behind you. blind to flames glowingtill they're growing all around you. numb to fangs gripping until they're ripping into you" ----- "sang anarki" dalam sebuah beranda arus utama, catatan pinggir jalan sangat patut diacungi apresiasi berlebih. kata-kata eksplisit, kritik dari seseorang sebagai penentangan untuk kaum yang tertindas oleh raksasa ibu kota. juga sebagai jurnal seseorang yang diabadikan di sejaring kertas dan tembok bangunan, citra akan seni yang disalah artikan walau dengan maksud suci para malaikat karena terkadang pemberontakan akan jalan awal munculnya surga dunia. dan memang benar kata para aktivis yang bersorak-sorak kencang "jangan mau dibungkam". karena neraka kadang merupakan jalan awal menuju surga dan dosa menjadi jalan awal untuk merasakan segarnya air kelapa di gerbang putih. menginjak ne...