fake plastic trees

Aku adalah sendu akan kematian dan duka cita
Jiwaku lahir dari lubang gelap tak berdasar, yang kan kau temukan di dalamnya separuh iblis dan separuh malaikat
Atau mungkin aku salah, aku bukanlah kelam
Yang senantiasa mengarungi dinginnya angin malam

Jelagad indah paradigma yang bermuram
Mungkin juga aku tak tahu
Aku hanya putuskan asal-usul daku yang senantiasa berubah di setiap tetes air hujan yang jatuh perlahan
 Aku,
Aku adalah apa yang ku mau
Prinsip luka dalam membiru
Lepas dari kotak hijau mimpi
Menentapkan diri dalam bualan imaji
 Tak peduli kata-kata fiksi
Terlontar dari mulut berkaporit
Orang-orang hipokrit
Tapi tenang,
Aku sudah ceritakan diriku
Budi akan kubalas
Setan akan kulibas
Aku tak akan pernah menjadi penghianat lungkrah
 Saat orang lain berbalik arah
Aku bukan kalian
Aku memang mengejar angan
Tapi tak melupakan kawan
Saat ku lompat dari gedung ini nanti
Yakinlah kalian tak akan ada dibelakang
Untuk sebentar saja ucapkan selamat selamat tinggal atau mungkin meraih tangan lemas terkekang
Sebenarnya yang pantas mati bukan orang seperti aku
Menyesali waktu yang mulai membiru
Membakar hati dengan pemantik ungu
Merasa lelah dipermainkan waktu

Kalian yang hidup tanpa jati diri
Mencampurkan kata dengan belati
Mengagungkan diri sendiri
Lalu gusar saat orang lain bermimpi

Ah sudahlah
Orang seperti kalian tak akan mengerti
Seperti mayat tanpa nurani
Maaf,
Sudah terlalu jauh rupanya
Terlalu jauh aku berkata
Tapi sekarang lega
Emosiku keluar saat menulis sampah tanpa makna
Aku bisa tidur,
Sekarang.

Popular posts from this blog

hutan

Obituari - "Di belakangmu" - Lembar Empat