amarah, lembar dua

Esok, segalanya akan membatu dan penuh debu

Dalam sujudmu hanya akan mendapati tubuh yang rubuh dan mudah terjatuh

Namun akan ada yang terus mengalir ke hilir kebahagian

Adalah doa-doa ibu

Yang mengubah bencana menjadi keberuntungan

Esok, tak akan ada lagi yang bertanya tentang silsilah atau asal muasal

Di sisi kamar paling gelap

Ia akan dibiarkan dan mematung di kedalaman kedinginan

Namun, sesekali ia akan singgah di tengah gelapnya malam, gemuruh petir, dan air hujan

Agar tak perlu lagi menahan seluruh tangisan

Dan akhirnya ia membuka mata dan menatap segala yang menyangga

Popular posts from this blog

hutan

Obituari - "Di belakangmu" - Lembar Empat